Bersahabat dengan Si Pencuri Penglihatan, Ini Caranya

190
Panitia kegiatan WGW 2016 RS Mata “Dr Yap” menyampaikan keterangan pers di aula rumah sakit setempat, Senin (12/03/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID —  Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua di hampir seluruh dunia serta menjadi penyebab kebutaan permanen nomor satu terbesar di dunia. Namun fakta yang terjadi, umumnya masyarakat tidak banyak mengetahui tentang glaukoma karena  penyakit ini kalah pamor bahkan kalah populer dengan katarak.

Itu sebabnya glaukoma sering disebut sebagai si pencuri penglihatan, karena rata-rata penderita telat berobat ke rumah sakit, tahu-tahu sudah mengalami kebutaan permanen dan tidak dapat diperbaiki (irrevisible).

Menyadari bahaya penyakit tersebut, para dokter Rumah Sakit Mata “Dr Yap” merasa perlu menyampaikan ke publik mengenai cara-cara bersabahat dengan si pencuri penglihatan tersebut.

“Glaukoma berbeda dengan katarak. Siapa pun bisa terkena. Gejala glaukoma menyerupai gejala penyakit lain. Kebanyakan penderita kurang menyadari dirinya menderita glaukoma dan baru diketahui ketika penyakit telah lanjut dan terjadi kebutaan total,” ungkap dr Tatang Talka Gani SpM (K), dokter spesialis mata subdivisi glaukoma Rumah Sakit Mata “Dr Yap”, Senin (12/03/2018), di aula rumah sakit setempat, Jalan Teuku Cik Ditiro No 5 Yogyakarta.

Menyampaikan keterangan pada Press Release World Glaucoma Week (WGW) 2018 yang diselenggarakan rumah sakit ini, dia didampingi dr Eny Tjahjani Permatasari Sp M M kes selaku Direktur RS Mata “Dr Yap”, Dr dr Retno Ekantini Sp M (K) M Kes (dokter spesialis mata subdivisi glaukoma), Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan dr Rastri Paramita Sp M serta dr Erin Arsianti Sp M M Sc selaku Ketua Panitia WGM 2018 yang juga dokter spesialis mata subdivisi glaukoma.

Baca Juga :  Jangan Buang Kamera Analog Anda, Kini Harganya Selangit

Menurut dokter Tatang, glaukoma merupakan kerusakan saraf mata yang diikuti gangguan lapang pandang yang khas. Penyebab utamanya adalah tekanan bola mata yang meningkat disebabkan hambatan pengeluaran cairan bola mata atau humor aquos. “Penyebab lainnya adalah gangguan suplai darah ke saraf mata dan kelemahan saraf mata,” paparnya.

Dokter Retno menambahkan, masyarakat perlu memahami penyakit ini bisa disembuhkan asalkan tidak terlambat periksa ke rumah sakit, kemudian diobati dengan cara meminum obat seumur hidup.

Karena faktor lain dan tentu saja disertai pertimbangan medis, sambung dokter Tatang,  penderita glaukoma harus dioperasi. Misalnya penderita sudah berusia tua sehingga dikhawatirkan lupa minum obat.

Atau, rumah penderita berada di pegunungan sehingga tidak memungkinan bolak-balik ke rumah sakit. Apalagi obat glaukoma juga mahal. Artinya, tindakan operasi lebih efektif daripada pemakaian obat seumur hidup.

Baca Juga :  Patung Soekarno Penanda Rintisan Desa Wisata

Deteksi dini

Mereka sepakat, deteksi dini merupakan cara ampuh untuk mencegah glaukoma. Melalui momentum peringatan WGW kali ini, RS Mata “Dr Yap” menyelenggarakan kegiatan deteksi dini glaukoma di Puskesmas Gondokusuman I Yogyakarta, Rabu (14/03/2018).

“Pemeriksaan ini gratis dan bisa diikuti masyarakat umum dengan kuota 100 peserta,” kata dokter Erin Arsianti. Pihaknya akan melibatkan tim terdiri dari  dokter spesialis mata, dokter residen, perawat dan kader kesehatan di wilayah tersebut.

“Peserta yang ditemukan ada glaukoma dan memerlukan pemeriksaan lanjutan akan diperiksa di RS Mata “Dr Yap” pada 20 Maret 2018. Kami juga menyediakan 6 kuota operasi trabekulektomi gratis untuk penderita glaukoma yang tidak mampu dan non BPJS,” paparnya.

Seperti diketahui, World Glaucoma Day (WGD) atau Hari Glaukoma Sedunia dideklarasikan 6 Maret 2008 dan diperingati setiap 12 Maret. Sejak 2010 peringatan Hari Glaukoma diselenggarakan selama sepekan sehingga disebut WGW atau Pekan Glaukoma Sedunia. Tahun ini penyelenggaraannya pada 11-17 Maret 2018.

Adapun tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang glaukoma, terutama masyarakat yang mempunyai faktor risiko agar melakukan pemeriksaan mata secara teratur. (sol)