Bertemu dengan Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga, Pemilik UD Laris Ini Tergugah Semangatnya

376
Kios mebel UD Laris di Jalan Timoho Yogyakarta. (istimewa)

“Kenapa bapak tidak jualan online? Pasang iklan lewat facebook atau instagram?”

“Saya kepengen mbak, tapi gak tau caranya.”

Itulah penggal percakapan Tamsir pemilik UD Laris di Jogja dengan Cicilia. UD Laris, adalah perajin sekaligus produsen berbagai mebel berbahan kayu di Jalan Timoho Jogja. UMKM ini sama sekali belum pernah mencoba strategi pemasaran dengan memanfaatkan media online. Sementara di sisi lain, salah satu kendala mereka adalah kurang luasnya saluran distribusi.

Cicilia Rana Latifah, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tergerak hatinya. Maka dia bersama rekan-rekannya yang Desember lalu mengunjungi pelaku UMKM ini, mencoba memberikan pelatihan singkat cara-cara memanfaatkan media online dan medsos untuk mendukung bisnis para perajin UMKM .

“Ya kita hanya ingin, para pelaku UMKM lebih bisa memaksimalkan teknologi untuk menunjang bisnis mereka. Di era serba canggih saat ini, bukankah tergolong rugi jika kita tidak memanfaatkan  teknologi yang sudah jelas  ada di depan mata,” kata Cicilia, kepada koranbernas.id.

Baca Juga :  PT BPR  Ambarketawang Persada Bantul 24 Tahun Menjaga Loyalitas Nasabah
Cicilia Rana Latifah. (istimewa)

Cicilia mengaku, masih minimnya pemanfaatan teknologi ini di kalangan pelaku UMKM. Kementrian Koperasi  dan UKM melakukan survei yang hasilnya 36 persen pemilik UKM belum melek komputer dan internet, 12 persen pemilik UKM menggunakan komputer dan internet untuk bisnis, dan hanya 6 persen saja pemilik UKM yang sukses berbisnis online.

“Hasil survey ini memprihatinkan kami semua. Padahal kalau dicek, saat ini hampir tidak ada lagi yang tidak menggunakan smartphone. Artinya apa?. Dengan sedikit usaha saja, sebenarnya setiap orang bisa memanfaatkan teknologi ini untuk hasil yang lebih baik,” katanya.

Dari sinilah, Cicilia dan rekan-rekannya berinisiatif membuatkan pengusaha UMKM ini akun Facebook, Instagram dan OLX. Tak lupa mereka juga mengajarkan cara penggunaannya mulai dari nol.

Menurutnya, pemanfaatan medsos untuk memasarkan produk-produk mebel seperti rak dan meja belajar, rak buku, lemari dan sejenisnya ini sangat tepat. Sebab konsumen utama produk-produk ini adalah kalangan pelajar dan mahasiswa. Disisi lain, pelajar dan mahasiswa, adalah pengguna utama medsos. Baik instagram, facebook, twitter dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Pangsa Pasar Asuransi Syariah Baru 5 Persen
Kegiatan pelatihan memanfaatkan medsos oleh mahasiswi UIN Suka Yogyakarta. (istimewa)

Dua bulan setelah pelatihan, Cicilia mengaku mulai ada perkembangan. Pemilik UD Laris mulai rutin memposting produk-produknya di medsos.

“Ya belum tau juga bagaimana dampaknya ke penjualan. Tapi setidaknya, itu akan memperkuat lini pemasaran dengan jangkauan yang lebih luas,” ujar Cicil lanjut.

Dirinya berkeyakinan, apabila cara-cara seperti ini bisa dilakukan oleh lebih banyak kalangan, aka nada harapan bisa mendorong percepatan perkembangan UMKM dan pelaku usaha di Indonesia.

Dan apabila para pelaku UMKM melek teknologi, besar harapan akan mendorong iklim usaha di Indonesia. Itu artinya, akan menjadi bagian penting dari langkah mendorong perekonomian. Sebab jumlah pelaku UMKM di Indonesia sangat besar dengan serapan tenaga kerja yang juga banyak.

“Buat mereka 1.000 langkah di depan. Jangan sampai mereka tutup mata dengan teknologi, apalagi populasi UMKM di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Ini akan menjadi modal penting bagi perekonomian bangsa,” pungkasnya. (*/SM)