Bhinneka Life Siap Saingi Dominasi Perusahaan Asing

988
Direktur Utama Bhinneka Life, Wiroyo Karsono, meninjau Pojok Dolanan pada acara Bhinneka Life Simfoni untuk Negeri Minggu (29/04/2018), di Ambarrukmo Plaza Yogyakarta. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Hingga saat ini di Indonesia beroperasi lebih kurang 60-an perusahaan asuransi jiwa. Dari jumlah tersebut sebagian besar merupakan perusahaan asing antara lain dari Amerika Serikat, Jepang, Korea dan Eropa, yang mendominasi pasar di Indonesia.

“Ini bukti, asuransi jiwa itu menarik. Karena itu, kita ingin membangun brand lokal berkualitas internasional,” ungkap Wiroyo Karsono, Direktur Utama Bhinneka Life.

Kepada wartawan di sela-sela acara Bhinneka Life Simfoni untuk Negeri yang berlangsung dua hari, Sabtu dan Minggu (28-29/04/2018), di Ambarrukmo Plaza Yogyakarta, dia menyampaikan pihaknya siap berada pada sepuluh besar papan atas dan bersaing dengan perusahaan-perusahaan multinasional tersebut.

Ini karena Bhinneka Life sebagai salah satu perusahaan asuransi nasional terbesar di Indonesia yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan dan individu Indonesia.

Buktinya, meski baru didirikan pada 2016, Bhinneka Life telah memiliki 25 kantor wilayah dan 358 kantor pemasaran di seluruh wilayah Indonesia, serta melindungi lebih dari 92.000 pemegang polis.

Hingga akhir 2017, Bhinneka Life memperoleh laba komprehensif senilai Rp 11,4 miliar dengan tingkat Risk Based Capital (RBC)  417, jauh melampaui ketentuan minimum yang ditetapkan oleh OJK yaitu 120 persen.

Bagi Wiroyo Karsono yang sudah lebih dari 20 tahun berpengalaman meniti karier di perusahaan asuransi multinasional, capaian prestasi Bhinneka Life ini sungguh di luar dugaan.

Sebagai gambaran, rata-rata perusahaan asuransi bahkan yang berkelas internasional sekalipun, baru memperoleh laba dalam kurun waktu antara 7 tahun hingga 8 tahun sejak didirikan.

Direktur Utama Bhinneka Life,Wiroyo Karsono, menyampaikan keterangan pers. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Kesadaran

Wiroyo Karsono menambahkan, pihaknya akan terus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya perencanaan keuangan, salah satunya melalui event Bhinneka Life Simfoni untuk Negeri. Ini merupakan event pertama di Indoensia dan Yogyakarta dipilih sebagai kota pertama untuk mengawali roadshow tersebut.

Pertimbangannya, Yogyakarta sangat spesial karena memiliki beragam budaya, sejalan dengan Bhinneka Life sebagai perusahaan nasional yang kepemilikannya  seluruhnya dari Indonesia.

Baca Juga :  Penjualan Satwa Dilindungi Kembali Dibongkar

“Bhinneka Life berupaya untuk menjadi perusahaan asuransi nasional kebanggaan  Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, seluruh keuntungan dari hasil usahanya akan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kami hadir di berbagai wilayah di Indonesia untuk bisa  menjangkau seluruh masyarakat agar mereka mendapatkan proteksi masa depan yang baik,” kata Wiroyo.

Bhinneka Life Simfoni untuk Negeri dimeriahkan beragam kegiatan seperti pameran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)  dan diskusi dari para pelaku usaha dan pakar mengenai perencanaan keuangan dan proteksi terhadap diri  dan keluarga di masa depan.

Lebih lanjut Wiroyo Karsono menyampaikan, kesadaran untuk lebih merencanakan keuangan sangat penting bagi seluruh keluarga di Indonesia. Perencanaan keuangan yang baik akan memudahkan masyarakat melakukan program proteksi terhadap diri,  keluarga dan juga usaha yang dijalankan.

“Sebagai perusahaan asuransi nasional, kami memiliki tekat menjangkau masyarakat di seluruh  wilayah Indonesia, termasuk Yogyakarta, agar mereka dapat merencanakan keuangan dengan lebih baik  sekaligus mendapatkan proteksi bagi dirinya dan keluarganya,” tambahnya.

Apalagi, lanjut dia, Bhinneka Life memiliki agen-agen andal dan  dapat diandalkan, yang selalu siap membantu konsumen menentukan proteksi yang mereka butuhkan. “Kami  percaya, perencanaan keuangan yang baik yang terproteksi merupakan kunci kesuksesan dan kesejahteraan  masyarakat,” ujarnya.

Bhinneka Life Simfoni untuk Negeri merupakan perwujudan dari nilai-nilai perusahaan, yaitu Bersatu dalam Kebaikan, melalui rangkaian aktivitas untuk menumbuhkan kesadaran yang lebih besar mengenai perencanaan keuangan serta proteksi terhadap masa depan.

Pada acara tersebut, Bhinneka Life mengundang sejumlah tokoh UMKM seperti Batik Kembang  Tjelup, kerajinan suvenir Gesang Art, kerajinan kulit manding Moisco Leather. Dari bidang kuliner ada  Songgo Buwono (Burger khas Keraton), Gudeg Manggar (gudeg kelapa muda) dan jajanan pasar Thiwul Ayu.

Baca Juga :  UMP Luncurkan Program S2 Pendidikan Bahasa Inggris

Tak hanya itu, Bhinneka Life Simfoni untuk Negeri juga menghadirkan pojok permainan anak yang  menyuguhkan permainan-permainan menarik seperti congklak, ular tangga, halma, yoyo dan gasing.

Dengan menghadirkan para pelaku UMKM dan permainan tradisional ini, Bhinneka Life hendak mengangkat  kembali budaya lokal Indonesia di bidang seni dan budaya, yang justru menjadi ciri khas dan kekuatan Bangsa  Indonesia.

Pentas tari memeriahkan gelaran Bhinneka Life Simfoni untuk Negeri. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Diskusi

Selain menghadirkan pergelaran UMKM dan permainan anak, Bhinneka Life Simfoni untuk Negeri juga  menghadirkan sesi diskusi dan talkshow dengan beberapa pelaku fesyen yaitu Rini Kartika dari Kembang Tjelup dan Ariesanthi seorang fashion designer.

Ada juga diskusi mengenai kiat merencanakan pendidikan dipandu oleh motivator Namin AB Ibnu Solihin, serta diskusi mengenai hidup sehat bersama BeFit Kitchen.

Bagi orang tua yang hendak melakukan rencana pendidikan bagi putra-putrinya, misalnya, mereka bisa mendapatkan informasi tentang produk Bhinneka Assurance Edu (Beasiswa Berencana) untuk mendapatkan proteksi pendidikan apabila terjadi risiko terhadap orang tua.

Melalui produk ini, Bhinneka Life akan memberikan Uang Pertanggungan, Manfaat Dana Kelangsungan Belajar sampai anak berusia 18 tahun, pembebasan pembayaran premi sampai anak berusia 18 tahun, dan dana beasiswa maksimal selama 5 tahun  setelah anak berusia 18 tahun.

Selain pendidikan, pengunjung juga bisa mendapatkan informasi mengenai proteksi kesehatan melalui  produk Bhinneka Assurance Hospital Care bagi seluruh nasabah berusia 18-60 tahun dengan jaringan lebih  dari 850 rumah sakit di seluruh Indonesia.

“Produk khusus yang diluncurkan pertama kali di Yogyakarta ini  memungkinkan para nasabah untuk tidak perlu membayar terlebih dulu ke rumah Sakit selama rawat inap. Selain mendapatkan fasilitas rawat inap, Bhinneka Assurance Hospital Care juga memberikan fasilitas rawat  jalan seperti rawat jalan darurat karena kecelakaan, kanker atau cuci darah berkaitan dengan rawat inap  sebelumnya,” paparnya. (sol)