Biasakan Remaja Bekerja di Luar Jam Sekolah

291
Sebagian finalis Duta Kependudukan Remaja DIY tahun 2017. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kalangan remaja ternyata cukup kritis menghadapi situasi kependudukan di Indonesia. Aneka pendapat, usulan serta alternatif solusi muncul melalui berbagai tulisan yang diterima panitia Lomba Karya Tulis Kependudukan bagi Remaja.

Gabriela Maya Handoko, siswi SMA Negeri 4 Yogyakarta peraih Juara 1 lomba tersebut banyak menyoroti tingginya angka pengangguran di kalangan anak muda. Jika dibiarkan ini bisa jadi masalah besar. Padahal berbagai lembaga pendidikan setiap tahun menghasilkan lulusannya.

Dia memaparkan, salah satu penyebab pengangguran di kalangan remaja karena mereka terlalu memilih lapangan pekerjaan. Mereka cenderung ingin segera mencapai sukses. Padahal tidak ada sukses bisa diraih mendadak, namun harus melewati proses dan jenjang tertentu.

Remaja putri muda usia itu melihat, salah satu upaya mengatasi pengangguran remaja adalah membiasakan remaja bekerja paruh waktu di luar jam sekolahnya.

Baca Juga :  Gandeng Pihak Ketiga, Garuda Ekspansi Bisnis Kargo

“Di negara maju, kerja paruh waktu itu sudah diterapkan,” kata Gabriela di depan peserta Seminar Hasil Kajian Kependudukan tentang Remaja dan Lansia di DIY, Senin (31/10/2017), di West Lake Sleman.

Mengingat hasilnya positif, lanjut dia, kerja paruh waktu merupakan salah satu solusi mengatasi pengangguran sekaligus meningkatkan sumberdaya manusia di kalangan remaja.

Dengan begitu, remaja bisa mengatur manajemen keuangan. Mereka bisa merasakan betapa susahnya mencari uang, yang selama ini diperoleh dari orangtuanya dengan bekerja keras.

Remaja juga bisa melaksanakan manajemen waktu dengan baik, agar tidak lagi sembilan jam waktunya dipakai untuk pegang gadget, sesuai hasil penelitian.

Dengan begitu mereka bisa lebih produktif, tidak hanya teoritis  sehingga memiliki pandangan luas dan mampu berinteraksi dengan orang lain.

Baca Juga :  Gratis Coba Wahana Baru “Flying Jose” di Jogja Bay Waterpark

Mengenai pelibatan remaja yang kelak menjadi pasangan usia subur sekaligus calon pemimpin masa depan, pada kesempatan itu juga ditampilkan para finalis Duta Kependudukan Remaja DIY tahun 2017.

Berbeda dengan Duta Mahasiswa yang selama ini sudah digelar oleh BKKBN, Duta Kependudukan Remaja ini juga melibatkan kalangan pelajar SMA. Grand final direncanakan awal November ini di Youth Center DIY.

Adapun seminar tersebut dibuka Staf Ahli Gubernur DIY disaksikan antara lain Dra Hitima Wardhani  MPH, Direktur Analisis Dampak Kependudukan BKKBN Pusat serta jajaran pimpinan BKKBN DIY, SKPD KB se-DIY maupun para ahli demografi tergabung dalam Koalisi Kependudukan. (sol)