Biaya Sertifikasi Halal Dipatok Rp 2,5 Juta

186
Kepala Dinas Koperasi, UKM Perindustrian  Bantul, Sulistiyanto MPd menyerahkan sertifikat halal kepada pelaku UMKM di Bantul, Jumat (25/05/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Warga Bantul yang berusaha di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencapai puluhan ribu. Namun dari jumlah tersebut belum banyak yang mengantongi sertifikasi halal, kendati produk yang mereka jual itu aman dan halal.

Banyak kendala seperti persyaratan dan biaya yang harus dikeluarkan. Untuk  itulah Dinas Koperasi, UKM Perindustrian Bantul tahun ini menganggarkan biaya sertifikasi halal bagi 85 pelaku usaha.

“Memang, yang mengurus sertifikasi halal jumlahnya belum  banyak. Misal pengusaha makanan ada 13.000-an orang, yang mengurus sertifikasi baru sekitar 10 persen saja. Kita fasilitasi melalui APBD bagi 85 pelaku usaha di tahun 2018 dan berharap untuk yang mengurus mandiri juga  banyak,” kata Sulistiyanto MPd, Kepala Dinas Koperasi, UKM Perindustrian  Bantul.

Baca Juga :  Hasto Temui Warga Penolak NYIA

Saat menyerahkan sertifikat halal bagi pelaku usaha, Jumat (25/5/2018), di kantornya dia mengatakan biaya untuk sertifikasi halal yang dikeluarkan MUI (Majelis Ulama Indonesia) dipatok sekitar Rp 2,5 juta  dengan waktu pengurusan sekitar 2 bulan-2,5 bulan.

Sekretaris MUI DIY, Didin Kamidina, mengatakan mereka  yang ingin mengurus sertifikasi halal dipersilakan datang ke Kantor MUI Jalan Kapas Yogyakarta dengan membawa KTP dan mengisi form. Pengurusan tidak bisa diwakilkan.

“Selanjutnya tim dari MUI yang akan melakukan kunjungan ke lokasi usaha termasuk mengetahui bahan baku, peralatan juga harus ditunjukkan dan menjelaskan segala  proses pembuatan,” katanya.

Jika memang bahah  baku yang digunakan belum ada label halal MUI, maka akan dilakukan tes di laboratorium untuk mengetahui kehalalalan produk tersebut.  “Sertifikasi ini berlaku dua tahun dan harus diperpanjang dengan proses yang sama,” kata Didin.

Baca Juga :  Perajin Genteng Godean Sepakat Pakai Merk Kolektif

Setiap tahun rata-rata pihak MUI DIY menerima permohonan dari 600 perusahaan ataupun pelaku usaha baik itu makanan, minuman hingga kosmetika termasuk obat herbal. Terbanyak pengajuan  dari wilayah Bantul dan Sleman.

Menurut Didin sertifikasi halal sangat penting, karena terkait dengan rasa aman dan tenteram khususnya bagi umat Islam ketika memakai produk tersebut.

Saat sertifikat halal keluar, pengusaha juga dipersilakan menempelkan label halal MUI di kemasan produknya. Bagi konsumen yang ingin mengecek data kehalalalan dan menghindari adanya pemalsuan label, bisa cek di website www.halalmuidiy.org. (sol)