Bila Bapak-bapak Lomba Masak, Mi Kuah Berubah “Nyemeg”

249
Lomba masak dalam rangka peringatan 32 Tahun TK Negeri 2 Yogyakarta. (arie giyarto/koranbernas,id)

KORANBERNAS.ID — Lomba masak yang dikuti bapak-bapak selalu lebih seru.  Ini bukan antar-chef, karena kebanyakan mereka awam bekerja di dapur sehingga kadang-kadang tampil kidhung alias tidak luwes.

Inilah rekaman suasana lomba masak mi pada Peringatan 32 Tahun Taman Kanak-kanak Negeri 2 Yogyakarta atau TK Kapas, Rabu (22/11/2017) pagi. Menunya sederhana, hanya ada dua pilihan yaitu mi goreng atau mi rebus.

Usai mencicipi masakan Anjar, David sebagai pasangannya mengernyitkan kening. “Kenapa mas?” tanya koranbernas.id.  Kesan dia mi kurang empuk. Tapi mereka berdua punya kiat memperbaikinya supaya masakan bisa nikmat. Mereka menyiapkan mi rebus.

Peserta yang berpasangan mewakili kelas masing-masing itu awalnya belum mengetahui apa yang mau dimasak. Mereka diundi untuk menentukan masakan.

Suasana begitu ramai. Ada yang mendapat support ibu-ibu dan bapak-bapak kelas anaknya, sehingga MC (Master of Ceremony) menyebut pesertanya dua setengah. Ada pula peserta yang membawa presto. MC pun mengomentari buat apa?

Baca Juga :  Pemkab Teken MoU dengan BPJS Kesehatan

Wah ini bakmi Jawa, ya,” tanya MC. Spontan peserta dan penggembira menyebutnya bakmi kos-kosan. Seluruh peserta hanya menggunakan bahan-bahan yang disediakan panitia.

Kriteria penilaian selain citarasa,  proses memasak, penyajian, juga kebersihan dan kerapian mengumpulkan sampah dan mengembalikan peralatan sehingga bersih dan rapi.

Nano-nano

Juri dua orang terdiri dari Ny Erna dan Ny Rini. Keduanya pengusaha katering sehingga penilannya profesional dan independen.

Ya, kalau dari sisi kreativitas, baguslah untuk bapak-bapak. Kalau rasa, ya nano-nano,” kata Ny Rini tersenyum menjawab pertanyaan koranbernas. id usai melakukan penilaian.

Mi rebus yang harusnya banyak kuah, karena rata-rata kurang banyak, menurut Ny Rini, berubah menjadi mi nyemeg. Tapi secara keseluruhan, dia mengapresiasi hasil kerja bapak-bapak.

Baca Juga :  Alasan Tak Jelas, Banyak Anggota Dewan Mangkir Paripurna

Menurut kepala TK Negeri 2 Yogyakarta Tri Haryatni MPd, lomba itu dimaksudkan untuk mendekatkan antar-orangtua murid, komite sekolah, guru dan jajarannya.

Sekaligus, menghadirkan suasana gembira dan kompetitif secara fair. Lomba diselenggarakan panitia di bawah koordinasi Komite Sekolah yang diketuai Tri Handayani.

Juara pertama diraih Danang alias Sastro dengan masakan mi goreng. Pria yang memasak dengan tenang, tidak terburu-buru itu ternyata pernah bekerja beberapa tahun sebagai chef di Hotel Quality. Dia mundur karena melanjutkan kuliah. Dia maju lomba sendirian tanpa partner.

Juara kedua pasangan Sofyan dan Edy. Sofyan sebagai ayah generasi now, mengaku familier dengan kerja dapur karena sering berbagi tugas dengan istri. Tim juri juga memilih juara ketiga.

Juara 1, 2 dan 3 menerima trofi dalam suasana meriah disertai sorak-sorai rekan-rekannya dan hampir 200 murid. (sol)