Bila Para Jaksa Bagikan Bunga

150
Kajari Temanggung F Juwariyah membagikan bunga kepada pengendara motor. (endri yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Keluarga besar  Kejaksaan Negeri Temanggung  membagikan stiker  dan bunga  kepada para pengendara mobil maupun sepeda motor yang melintas di depan Kantor Kejaksaan Kamis (14/12/2017). Selain itu juga memasang  stiker  antikorupsi di pintu utama  gedung DPRD Kabupaten Temanggung.

Ini dilakukan  dalam rangka memperingati hari antikorupsi se-dunia tahun 2017. Pembagian  stiker dan  bunga  dipimpin langsung Kajari F Juwariyah  diikuti segenap  karyawan dan karyawati.

Sebelum membagikan bunga dan stiker anti korupsi,  terlebih dahulu dilaksanakan upacara  yang  berlangsung di halaman  kantor Kejaksaan setempat.

Stiker  yang dibagikan langsung ditempel  di kendaraan bertuliskan Tolak Korupsi yang dipercantik dengan gambar telapak tangan terbuka, sebagai isyarat penolakan.

Kajari F Juwariyah  mengatakan,  pembagian  bunga dan stiker  dengan sasaran para pengendara kendaraan bermotor  dimaksudkan  untuk mengajak  segenap lapisan masyarakat ikut mengkampanyekan  gerakan antikorupsi  di semua bidang lini kehidupan.

Gerakan ini diharapkan bisa  menumbuhkan inisiatif dari masyarakat untuk berpartisipasi dalam setiap upaya pemberantasan korupsi.  Karena  gerakan antikorupsi tidak hanya melibatkan sesama instansi pemerintah, melainkan juga swasta dan masyarakat sipil dengan memanfaatkan sumber daya yang ada  secara berkelanjutan dan terus menerus.

Aksi pembagian  bunga dan stiker  dilakukan dengan  memberhentikan setiap kendaraan yang melintas, lalu meminta izin kepada pengendara untuk menempelkan stiker.

“Mohon maaf  mengganggu perjalanan, mohon izin Bapak/Ibu ini kami dari Kejaksaan Negeri Temanggung membagikan bunga dan menempelkan stiker antikorupsi ini,” tanya F Juwariyah kepada pengendara yang lewat.

Sebagian besar pengendara bersedia stiker itu ditempel pada bagian depan kendaraannya. Namun, satu dua pengendara tidak mau bahkan ada yang tidak mau berhenti. “Bagi yang tidak mau ya tidak apa-apa mungkin karena keburu  harus  cepat  sampai tujuan  jadi tidak mau berhenti,” ujarnya.

Gerakan ini  merupakan  upaya  sosialisasi serta meminta dukungan masyarakat agar ikut mencegah terjadinya korupsi di seluruh tingkatan.

Hal ini selaras dengan tema peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI)  2017 Bergerak bersama memberantas korupsi untuk mewujudkan masarakat yang sejahtera.

Kajari F Juwariyah menjelaskan, Kejari Temanggung akan lebih meningkatkan tugasnya mengawal dan mengawasi pembangunan.

Pihaknya juga mendukung program pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat. Tema HAKI 2017 ini sangat relevan, sebab kalau tidak ada korupsi maka kesejahteraan akan lebih meningkat.

Dia berharap  semua lapisan  masyarakat berpartisipasi aktif  dalam upaya pencegahan  korupsi  di semua aspek kehidupan di antaranya melakukan pengawasan  dalam berbagai kegiatan  Pemerintahan dan pembangunan terkait penggunaan anggaran.

Bila menemukan hal-hal yang janggal  yang sekiranya  ada indikasi korupsi hendaknya dilaporkan  ke aparat  terkait penegak hukum untuk ditindaklanjuti  sebagaimana mestinya.

“Peringatan Hari Anti Korupsi sedunia ini juga menjadi momentum strategis menggalang kesadaran masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi. Masyarakat juga berperan sebagai aktor, bukan lagi menjadi obyek dalam pemberantasan korupsi,” ujarnya. (sol)