Bima Perkasa Berharap Sekuat Bima

333
Jajaran manajemen dan staf kepelatihan Bima Perkasa siap menghadapi musim baru dan ketatnya kompetisi IBL 2017 (Rosihan Anwar)

KORANBERNAS.ID JOGJA – Musim kompetisi 2016 menjadi pelajaran berharga bagi klub basket satu-satunya asal Jogja yang berkompetisi di Indonesia Basket League (IBL), Bima Perkasa, yang nangkring di papan bawah klasemen IBL. Belajar banyak di kompetisi yang diikuti musim lalu, Bima Perkasa Jogja menatap musim baru dengan sangat optimistis.

Beberapa perubahan dilakukan menyambut musim IBL 2017. Paling kentara tentu perubahan pada logo tim. Jika sebelumnya tokoh Bima digambarkan sedikit feminin, maka di lambang yang baru tampak gahar dan maskulin.

Logo baru tersebut di desain oleh Rudy Nugroho, alumni Desain Visual Universitas Pelita Harapan yang juga dikenal sebagai penikmat basket Indonesia. Sebelum menciptakan logo ini, Rudy Nugroho juga aktif membuat insignial dan logo untuk beberapa pemain basket profesional di Indonesia.

Manajemen menilai bahwa logo baru ini merupakan representasi yang baik atas semangat dan nilai yang ingin dibawa oleh tim. Tujuannya menjadi sesuatu yang gagah dan perkasa, namun tetap elegan dan modern dalam mencapai tujuannya.

Selanjutnya, logo tersebut mulai diaplikasikan pada aneka aparel dan perlengkapan tim mulai dari pertengahan bulan Juli ini. Rencananya, pada bulan Agustus mendatang, semua lini di BP Jogja akan mengaplikasikan logo ini secara penuh, mulai dari akademi, hingga tim profesional akan menggunakan logo ini sebagai identitas tim.

Baca Juga :  Sumut Diprediksi Tak Lagi Dominan

Perubahan yang lain adalah pada kepengurusan dan kursi kepelatihan. Jika sebelumnya manajer tim diisi Andreas “Kobo” Chandra, maka saat ini posisi tersebut diisi Christina Novita. Sementara Liem Jiang Rien yang musim lalu menjadi pelatih kepala akan dipasrahi mengarsiteki tim akademi. Posisi pelatih kepala ditempati Raoul Miguel Hadinoto yang sebelumnya menukangi JNE Siliwangi Bandung.

Pemilik BP Jogja dr. Edy Wibowo mengatakan, pihaknya setidaknya punya pengalaman 8 bulan sejak November lalu sejak mengakuisisi Bima Sakti Malang. Karena itu di musim kedua ini berusaha meningkatkan capaian tim. Baik dari segi peringkat di IBL dan capaian bisnis sebagai tim profesional.

“Musim pertama kami banyak belajar. Termasuk dari sisi manajerial tim,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin.

Selanjutnya, setelah memastikan diri akan mengikuti IBL 2017 di Desember nanti, tim juga akan mempersiapkan tim junior usia 18 tahun untuk turun di Asia Pacifik Youth Basketball Championship 2017, di bulan Oktober di Singapura. “Saat ini kami dalam tahap pembentukan tim yang nanti ditangani coach J. Ini termasui iternasional projects. Kami ingin brand ini ada suaranya, setidaknya di Asia tenggara,” tutur Edy.

Baca Juga :  Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Hidupkan Wisata Banten Lewat Rhino X-Tri

Di tempat yang sama, Coach Raoul Miguel Hadinoto atau biasa disapa Eboss mengatakan, ia mengaku antusias dengan kerjsama membangun klub basket dan kebanggaan Jogja. Selanjutnya ia berharap mudah-mudahan ada dampak positif yang bisa menjadi transfer knowledge bagi pebasket di Jogjakarta. “Bima Perkasa bisa jadi kebanggan Jogja berprestasi di bola basket profesional Indonesia,” ungkapnya.

Edy mengakui di awal-awal menangani BP Jogja tentu tidak akan mudah. Selain meletakan fondasi dan manajerial klub, juga menciptakan karakter dan cara main yang nantinya akan jadi ciri khas tim. “Itu yang kami rasa belum ada. Nanti pelan-pelan akan kami bentuk. Termasuk membentuk brand dan menjadi tim yang kuat di DIY dan Jateng,” tuturnya. (ros)