Bisa Saja Rumah Penolak Bandara Ditembok

747
Pandu Purnama didampingi Sujiastono dan Didiek Catur menyampaikan keterangan. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) segera dikebut secara simultan sehingga warga yang masih tinggal di dalam wilayah bandara harus segera keluar dari kawasan tersebut. NYIA diyakini memberi manfaat bagi masyarakat setempat, Pemda maupun PT Angkasa Pura.

Direktur Hubungan Internasional dan Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura, Sardjono Jhoni Tjitrokusumo, menegaskan hal tersebut kepada wartawan Jumat (04/05/2018) sore di Wates.

Terhadap warga yang masih menolak akan dilakukan tindakan persuasif. “Kita relokasi mereka. Pak Bupati dan kami menyiapkan tempat. Sebenarnya bisa saja sekeliling mereka kita tembok dan tidak bisa keluar. Tetapi kan tidak boleh begitu. Kita persuasif, mereka direlokasi,” kata Jhoni yang mantan pilot sipil ini.

Juru bicara Proyek NYIA, Agus Pandu Purnama, menjelaskan warga yang masih menolak akan ditindak tegas namun terukur sesuai standar operasional dan prosedur atau SOP.

Baca Juga :  KID Hentikan Sengketa Informasi Bandara

Yang jelas, komunikasi pendekatan kepada mereka sudah berulangkali dilakukan. “Sebanyak 2.700 warga menerima pembangunan bandara. Dan 33 orang tidak setuju,  semestinya ini harus dipahami,”  ujar Pandu.

Karo Penegakan Hukum Komnas HAM, Johan Efendi,  yang juga hadir dalam pertemuan dengan Forkompinda Kulonprogo berharap konflik dengan 33 warga ini ada solusi yang baik.

“Komnas HAM  minta agar ada pembicaraan. Dalam bertindak agar sesuai dengan tugas pokok fungsi, tupoksi masing masing,” katanya.

Komnas HAM melakukan pemantauan agar rambu-rambu peraturan dan tahapan dilakukan. Dalam pertemuan tersebut diungkap kembali,  pembangunan NYIA menjadi program prioritas pemerintah. Demi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

Bandara Adisutjipto sudah tidak dapat dikembangkan lagi. Sementara kini ada 40 maskapai penerbangan yang ingin mendarat di Jogja, sehingga solusinya harus pindah bandara. Dari 7 lokasi yang disurvei ternyata Kulonprogo dinilai yang terbaik.

Baca Juga :  Kini Ular Besi Tak Lagi Kumuh

Bandara Adisutjipto yang didesain hanya untuk 1,8 juta per tahun sekarang ini sudah melayani 7,8 juta setahunnya, terlalu over kapasitas. Sedang NYIA didesain untuk 15 juta hingga 17 juta penumpang per tahunnya.

Bagi masyarakat, manfaatnya akan meningkatkan ekonomi. Bagi Pemda akan ada kerja sama antara bandara dengan BUMD.

Bagi PT Angkasa Pura peningkatan pelayanan penumpang,  tidak ada delai, tidak boros bahan bakar akibat antre pesawat mendarat dan manfaat yang lebih luas lainnya. (sol)