Narasumber menyampaikan paparan dalam Overseas Guest Lecture di kampus IV UAD. (tugeg sundjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Program studi (prodi) Bimbingan Konseling Fakultas Kependidikan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (FKIP UAD) terus mengoptimalkan program pendidikan inklusi. Berbagai program digagas untuk berperan serta bagi kehidupan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Diantaranya melalui pembukaan center atau pusat kajian pendidikan inklusi. Saat ini program tersebut dalam tahap penggodokan untuk memantapkan berbagai program dan kebijakan yang akan dikembangkan kedepannya melalui bekerjasama dengan Hiroshima University Jepang.

“Kedepan akan dikembangkan pusat kajian untuk pendidikan inklusi dibawah prodi bimbingan konseling. Nantinya diharapkan jadi percontohan bagian sekolah-sekolah, termasuk dibawah muhammadiyah,” ujar Dekan FKIP UAD, Dr Trikinasih Handayani MSi disela Overseas Guest Lecture di kampus IV UAD, kemarin.

Saat ini, menurut Trikinasih, pendidikan inklusi sudah masuk ke kurikulum di prodi BK. Mahasiswa di semester III dan IV mendapatkan mata kuliah Pendidikan Inklusi sebanyak 11 SKS.

Baca Juga :  STTN dan AAU Kerja Sama Selenggarakan OPTK

“Mata kuliah itu diharapkan menjadi bekal mahasiswa di fkip untuk lebih memahami anak-anak berkebutuhan khusus ketika mereka terjun sebagai guru atau tenaga kependidikan,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Prodi BK FKIP UAD, Budi Handaka mengungkapkan, prodi tersebut terus bermetamorfosa untuk unggul dan diakui baik di tingkat nasional maupun internasional. Prodi yang didirikan pada tahun 1984 dan telah berusia 33 tahun tersebut terus berupaya perbaikan dan peningkatan kualitas ini sejalan dengan dinamika masyarakat dan peraturan pemerintah di Indonesia pada saat ini.

“Kami melakukan peningkatan kualitas melalui penataan kurikulum, kapasitas kelembagaan dan sDM yang terarah pada pek kegiatan pendidikan pengajaran dan pengabdian pada masyarakat,” ungkapnya.

Peningkatan yang terus dilakukan tersebut dibuktikan diraihnya predikat Akreditasi A selama tiga kali berturut-turut, yaitu pada tahun 2006, 2012 dan terakhir pada 2017 ini. Upaya tersebut menorehkan berbagai macam
prestasi pada bidang kemahsiswaan tingkat nasional maupun internasional. Pencapaian prestasi dosen dalam bidang penelitian dan pengabdian juga terus mengalami lonjakan peningkatan.

Baca Juga :  Ekonomi Pancasila Harus Masuk Kurikulum

Pada tahun ini prodi tersebut melakukan penguatan dan peningkatan kualitas dan prestasi. Diantaranya dengan melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri. Salah satu perguruan tinggi yang menjalin kerjasama adalah Universitas Hiroshima Jepang. Berbagai aktivitas dilakukan seperti pengiriman mahasiswa untuk mengikuti studi dan berbagai kegiatan lainnya.

“Sebagai salah satu wujud kerjasama, kami mengundang professor Kanorimune dari hiroshima university pada kuliah dosen tamu yang menyampaikan materi dengan topik theory and implementation of the inclusive education in public education system dan dr tuswadi dari waku pro research centre, hijiyama university yang menyampaikan materi dengan topik importance of disaster risk reduction knowledge for university students,” jelasnya.(yve)