Blangkon Kreasi Karya Santri Diminati

273
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI mengenakan blangkon kreasi saat meluncurkan Program Santri Mandiri. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Para santri di pondok pesantrena (ponpes) Beji Sidoarum Godean berhasil menciptakan produk blangkon kreasi.

Produk tersebut cukup diminati saat dipamerkan pada peluncuran Program Santri Mandiri sekaligus menandai acara Resepsi Hari Jadi ke-102 Kabupaten Sleman di Graha Vidi, Rabu (16/05/2018). Secara simbolis blangkon kreasi itu diserahkan ke Bupati Sleman Sri Purnomo kemudian dikenakannya.

Kepala Kemenag Sleman Sa’ban Nuroni mengatakan Program Santri Mandiri diawali dari monitoring ke 33 pesantren. Dia menemukan pesantren-pesantren di Sleman memiliki potensi ekonomi kreatif namun tidak dikelola dengan baik.

Selama ini, ketika santri selesai menempuh pendidikan di pesantrennya masing-masing mereka belum mempunyai bekal cukup untuk hidup di masyarakat secara mandiri. “Ketika selesai di pesantren dia bisa mengembangkan ekonomi produktif di tengah masyarakat,” kata Sa’ban

Sa’ban berharap organisasi perangkat daerah (OPD) yang mempunyai program pemberdayaan masyarakat dapat ikut berpartisipasi memberikan bekal keterampilan bagi santri-santri di pesantren.

Baca Juga :  Pemkab Gelar "Jambore Three Ends Forum Anak Sleman"

“Ketika santri tersebut dibekali ilmu agama yang kuat ditambah dengan ilmu keterampilan, akan mempunyai nilai lebih dalam mengembangkan ekonomi produktifnya,” jelasnya.

Program santri mandiri tidak akan mengganggu kegiatan utama di pesantren. Pihaknya akan menyesuaikan dengan jadwal pesantren. “Kami akan sesuaikan dengan jadwal pesantren,” kata Sa’ban.

Ke depan Dia berharap program santri ini memiliki ruang pameran sendiri agar santri dapat menampilkan hasil produk- produk mereka.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI memberikan apresiasi kepada pondok pesantren yang tidak hanya memberikan ilmu keagamaan tetapi juga ilmu yang sifatnya duniawi. “Orang hidup butuh bekal ilmu untuk dunia maupun akhirat,” kata Sri Purnomo.

Dengan dibekali keterampilan, kerajinan dan ilmu wirausaha diharapkan nantinya ketika mereka keluar dari pesantrennya mempunyai bekal untuk menafkahi hidupnya selain sebagai seorang dai.

Baca Juga :  Sleman Fokus Pembinaan Seni Musik

“Tidak hanya sukses akhirat tetapi dunia dan juga akhirat,” kata Sri Purnomo.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Nurhuda, mengatakan ketika melakukan monitoring ada santri-santri yang berasal dari anak jalanan yang tidak mendapatkan pendidikan formal.

P:rogram tersebut sudah berjalan mulai awal 2018, dan sudah mengadakan pameran hasil produk pesantren di Sindu Kusuma Edupark pada Rabu 9 Mei 2018.

Dengan program ini capaian yang diharapkan ialah santri memiliki kehidupan yang lebih baik dengan dibekali dengan keterampilan.

Huda mengatakan beberapa Ponpes sudah mampu menciptakan produk sendiri bahkan sudah ada yang memasarkan keluar daerah.

Seperti, blankon kreasi dari Ponpes Beji Sidoarum Godean dan puzzle kreasi dari Kuno Nogotirto Gamping. (sol)