BNN Periksa Pupil dan Urin Guru serta Siswa

66
Petugas dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga memeriksa pelajar SMPN 1 Kutasari, Jumat  (28/9/2018). (prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID—Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga belakangan gencar melaksanakan pemeriksaan pupil mata dan cek urine sebagai upaya deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.

Hal ini menyusul banyaknya laporan masyarakat tentang maraknya pelajar mengkonsumsi minum-minuman keras,dan dugaan penyalahgunaan narkoba.

Jumat (28/9/2018), tiga sekolah, terdiri SMP Negeri 1 Kutasari, SMP Negeri 2 Kutasari, dan SMP Negeri 2 Mrebet menjadi sasaran pemeriksaan oleh BNNK Purbalingga.

Di bawah komando Pelaksana Harian Kepala Seksi Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNKPurbalingga, Komisaris Polisi Dwi Budiyanto, S.H, S.Pd, MH, ada tiga tim yang diterjunkan ke tiga sekolah itu.

“Dari tiga sekolah itu,kami melaksanakan pemeriksaan pupil mata terhadap 150 siswa dan guru. Dari 150 siswa dan guru itu, khusus 20 siswa kami periksa urinnya juga. Pemeriksaan pupil mata dan urin untuk mengetahui ada penyalahgunaan psikotropika apa tidak,” ujar Dwi Budiyanto.

Baca Juga :  Guru Penebas Albasia Nunggu Peresmian Jalan TMMD

Dwi Budiyanto menambahkan, khusus untuk siswa yang diperiksa urinnya, pemilihan siswa itu oleh pihak sekolah yang mengetahui bagaimana perilaku para siswanya sehari-hari.

Dwi Budiyanto didampingi Kasi Humas Awan Pratama mengungkapkan, kendati pemeriksaan urin menunjukkan hasil negatif narkoba, pihaknya tidak pernah lengah. Apalagi peredaran narkoba semakin meluas hingga ke kalangan pelajar di pedesaan.

Di samping cek urine dan pemeriksaan pupil mata, BNN Purbalingga memperoleh informasi yang bersumber dari pengakuan siswa bahwa penyalahgunaan obat-obatan legal seperti obat batuk, obat flu maupun obat anti mabuk perjalanan, digunakan melebihi anjuran dosis medis.

“Ironisnya, penggunaan obat-obatan tersebut bersamaan dengan minuman beralkohol. Tentu, hal ini sangat membahayakan kesehatan. Bahkan, beberapa diantaranya melibatkan pelajar putri. Sehingga potensi tindak kriminal sangat besar kemungkinan terjadi. Oleh karena itu, kami harus serius dan komprehensif untuk penanganan permasalahan ini,” ujar Dwi Budiyanto.

Baca Juga :  Kendalikan dari Nusakambangan, Empat Pengedar Diringkus

Sebagai langkah edukasi, lanjut Dwi Budiyanto, BNN memberikan leaflet terkait rehabilitasi pecandu narkoba kepada pihak sekolah. Di sisi lain, pendalaman lanjutan atas informasi yang diperoleh dari pengakuan siswa tersebut tetap akan dilakukan oleh BNN.

“Tak lain guna menjaring para siswa yang terindikasi sebagai penyalah guna psikotropika untuk dilakukan layanan rehabilitasi,”ujarnya.

Sebelumnya, Kamis  (27/09/2018) pemeriksaan dilakukan di SMP Negeri 1 Bojongsari, SMP Negeri 2 Bojongsari dan SMP Negeri 1 Mrebet. Sebelumnya, Rabu  (26/9) pemeriksaan di SMP Negeri 3 Bobotsari, SMP Negeri 2 Bobotsari dan SMP Muhammadiyah 2 Bobotsari.(SM)