BPBD Butuh Rp 2,8 M untuk Atasi Krisis Air

207

KORANBERNAS.ID —  Untuk mengatasi krisis air bersih di musim  kemarau tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mengajukan dana Rp 2,8 miliar ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kasi Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, ditemui di ruang kerjanya Selasa (15/08/2017) mengatakan dana Rp 2,8 miliar untuk penanganan krisis air bersih diwujudkan dalam bentuk pipanisasi, pembuatan sumur bor dan droping air bersih.

Dia mengatakan air bersih yang disalurkan tidak hanya berguna pada musim kemarau namun juga dapat dinikmati pada musim penghujan.  Jadi pengajuan dana tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat agar pada musim kemarau di tahun-tahun mendatang tidak kesulitan air bersih.

Baca Juga :  Bantul Promosi Wisata ke Jabar

Menurut Gito, air akan diambil dari sumber mata air yang debitnya besar di musim kemarau, harapannya yang dekat dengan pemukiman. Namun bila jaraknya jauh bila terpaksa tetap akan dilakukan, bagaimana pun caranya.

“Yang penting bagaimana pun caranya pengambilan air bersih tersebut tetap akan dilakukan, sehingga masyarakat dalam menghadapi musim kemarau tidak lagi kesulitan air bersih,” ucapnya.

Dia menambahkan, anggaran yang diajukan sebanyak Rp 2,8 miliar tersebut, selain untuk pipanisasi dan pembuatan sumur bor, juga pengajuan penambahan sementara bantuan air bersih. (edy)