BPJS Ketenagakerjaan Ingin Peserta yang Cacat Pun Kembali Bekerja

196
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta Ainul Kholid, saat acara penandatanganan kerjasama dengan Yakkum, baru-baru ini. (istimewa)

KORANBERNAS.ID—BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta, mendorong sosialisasi Pusat Layanan Kembali Bekerja (PLKB). PLKB ini adalah salah satu fasilitasi yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan, untuk peserta yang mengalami kecelakaan atau menderita sakit dan berpotensi mengalami kecacatan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta Ainul Kholid mengungkapkan, dalam Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) pihaknya tidak semata-mata memberikan perhatian berupa pembiayaan bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja.

Ada manfaat lain yang dapat dirasakan peserta program, manakala mereka mendapat musibah berupa kecelakaan kerja ataupun sakit yang berpotensi mengalami kecacatan.

“Negara hadir melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat khususnya kepada para pekerja. Salah satu perlindungan yang diberikan atas resiko sosial yang terjadi adalah Program Jaminan Kecelakaan kerja (JKK). Dan salah satu manfaat dari program JKK adalah adanya Program Kembali Bekerja atau Return to Work,” kata Ainul dalam rilisnya, Kamis (08/02/2018).

Dijelaskan, saat mendapat musibah berupa kecelakaan ataupun sakit, bukan tidak mungkin seseorang akan mengalami kecacatan sehingga menjadi halangan baginya untuk kembali bekerja. Kalau ini terjadi, maka akan sangat beresiko bagi nasib peserta program dan juga keluarganya.

Baca Juga :  Pemuda Gereja Ikut Amankan Sholat Ied

“Kami tidak ingin, peserta BPJS Ketenagakerjaan kemudian tidak bisa bekerja lagi. Tidak produktif lagi. Jadi dalam program JKK ini, kami akan damping sejak masih dalam perawatan di rumah sakit, hingga proses rehabilitasi peserta agar dapat kembali bekerja,” Ainul menjelaskan.

Manajer Kasus BPJS Ketenagakerjaan DIY, Ida Christin Tantia menambahkan, untuk memfasilitasi peserta yang berpotensi mengalami kecacatan, pihaknya menggandeng Pusat Rehabilitasi Penyandang Disabillitas, Yakkum di Jalan Kaliurang Sleman.

Kerjasama ini, kata Tantia, merupakan bentuk kepedulian atas amanah yang diemban oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk melakukan pendampingan kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja.

Untuk diketahui Pusat Rehabilitasi Penyandang Disabillitas seperti Yakkum ini dapat merehabilitasi penderita disabilitas untuk dapat mandiri dalam menjalani kesehariannya (Activity Daily Living) serta memberikan latihan kerja (Vokasional Therapy) sesuai kondisi dan keinginan.

Menurut Tantia, tidak banyak lembaga yang dapat melakukan pelayanan rehabilitasi seperti Yakkum. Bahkan, secara nasional, baru d Jogja inilah, BPJS Ketenagakerjaan melakukan kerjasama untuk Pusat Layanan Kembali Bekerja (PLKB) dengan Yakkum.

Baca Juga :  Pesan Kiai Asyhari, Calon Haji Harus Fokus

“Baru pertama kalinya juga, kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan disabilitas berat direhabilitasi,” lanjutnya.

Salah satu pasien, AAB ini mengalami kelumpuhan karena cidera tulang belakang. Peserta program BPJS Ketenagakerjaan ini, bukan hanya tidak bisa bergerak lagi kakinya, tapi kontrol dan indera perasa bagian tubuh bagian bawah sudah tidak dapat berfungsi seperti sebelumnya.

Selain Aab, ke depan sudah ada beberapa calon peserta yang akan mengikuti program rehabilitasi di Pusat Reabilitasi Yakkum juga dari cabang lain. Kecelakaan Kerja yang mengakibatkan cedera tulang belakang cukup parah juga baru saja dialami peserta di Yogyakarta.

Petugas cleaning service ini terjatuh dari atap saat melaksanakan tugasnya, sehingga patah kedua kaki dan tulang belakang leher bawah.

“Harapan kami program ini dapat berjalan sesuai harapan BPJS Ketenagakerjaan Menjadi Jembatan Menuju Kesejahteraan Para Pekerja dan diketahui oleh seluruh masyarakat pekerja Indonesia. Sehingga betul-betul membawa manfaat untuk peserta,” kata Tantia. (*/SM)