BPJS Ketenagakerjaan Jangkau Desa di Semin Gunungkidul

60
Ainul Kholid memberikan pemaparan tentang BPJS Ketenagakerjaan di Desa Bendung, Semin, Gunungkidul. (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Upaya BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan sosial semakin menjangkau wilayah pedesaan. Termasuk di wilayah Semin, Kabupaten Gunungkidul.

Ini ditandai dengan kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan DIY dengan Desa Bendung di Semin, Gunungkidul, Selasa (25/09/2018). Diharapkan, desa-desa lainnya di wilayah tersebut, segera menyusul bekerjasama dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan DIY, Ainul Kholid mengatakan, layanan BPJS Ketenagakerjaan di pedesaan, bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, pihaknya juga sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah desa termasuk di Tamanan Bantul.

“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk patuh terhadap undang-undang sekaligus kepedulian kami untuk memberikan perlindungan kepada setiap warga negara,” kata Ainul.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta Ainul Kholid menyampaikan, selain menjadi amanat undang-undang, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, akan memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam beraktivitas. Karena setiap resiko dalam pekerjaan, selanjutnya akan dicover atau ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Pekik “Merdeka” dari Laut di Pantai Baron  

“Kami mengapresiasi tekad warga desa dan aparat Desa Bendung untuk bekerjasama dan menjadi peserta kami. Terlebih, bapak bapak mengambil 4 program perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian(JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP),” katanya.

Perlu diketahui, ada 144 desa yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.  Tinggal 30 desa lagi, yang diharapkan dalam waktu dekat menyusul bekerjasama.

Ainul melihat, kepeloporan aparat desa, menjadi factor penting dalam membangun kesadaran pentingnya mengikuti program BPJS Keternagakerjaan.

Kepala Desa Bendung Kecamatan Semin Gunungkidul, Didik Rubiyanto menyampaikan kepesertaan ini menjadi hal sangat penting. Karena setiap warga apapun profesinya, selalu dalam bayang-bayang resiko kecelakaan dalam beraktivitas.

Baca Juga :  PAN Berebut Kursi Empuk

“Kita tidak pernah tahu, kapan resiko itu dating. Kita juga tidak akan tahu dampak dari resiko itu. Maka sejak awal memberikan perlindungan menjadi hal penting. Kita tentu tidak mengharapkan resiko itu dating. Tapi ketika takdir berbicara lain, maka resiko itu sudah dikover oleh BPJS Ketenagakerjaan,” katanya. (*/SM)