BPNB DIY Gelar Lomba Komik Sejarah

Di Luar Dugaan Panitia Jumlah Peserta Lampui Target

113
Kepala BPNB DIY Dra Zaimul Azzah M Hum membuka Workshop Lomba Komik Sejarah, Senin (20/08/2018), di Pendapa Ndalem Jayadipuran (Kantor BPNB DIY). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Di luar dugaan panitia, peserta Lomba Komik Sejarah yang digelar oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY melampui target. Ini membuktikan antusiasme peserta mengikuti lomba tersebut cukup tinggi.

“Jumlah yang mendaftar via online sampai hari terakhir pendaftaran tercatat 182 peserta dari DIY. Jumlah ini jauh melampaui target  yang direncanakan panitia,” ungkap Dra Zaimul Azzah M Hum, Kepala BPNB DIY, pada acara Workshop Lomba Komik Sejarah, Senin (20/08/2018), di Pendapa Ndalem Jayadipuran (Kantor BPNB DIY) Jalan Brigjen Katamso 139 Yogyakarta.

Workshop kali ini merupakan bagian dari gelaran lomba. Melalui kegiatan itu selain para peserta memperoleh ilmu, juga dapat berdiskusi dan berkonsultasi seputar karya yang akan mereka buat.

Menurut Zaimul Azzah, lomba ini baru pertama kali digelar oleh BPNB DIY. “Dipilih seni komik karena kita dapat melihat kemampuan seseorang dalam berimajinasi dan berkreativitas untuk memvisualkan dan menarasikan sesuatu,” ujarnya.

Pelajar antusias mengikuti jalannya Workshop Lomba Komik Sejarah. (istimewa)

Zaimah yang sebelumnya menjabat Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta itu lebih lanjut menjelaskan, kolaborasi antara kata-kata yang terwujud dalam balon kata maupun caption dengan gambar, membuat komik mampu menyampaikan informasi, pesan maupun cerita dengan sangat lengkap.

Baca Juga :  Kementerian PUPR Dorong Peran Dewan Sengketa dalam Penyelesaian Sengketa Kontrak Konstruksi  

“Dalam konteks inilah sebetulnya kelebihan komik dibandingkan dengan media yang lain,” kata dia.

Adapun temanya Penguatan Identitas dan Karakter Kebangsaan Melalui Media Komik Sejarah. Diharapkan melalui kegiatan ini para generasi muda bisa berkreasi menuangkan ide-ide kreatif, secara positif meneladani para pejuang yang telah membela bangsa dan negara.

Dia menambahkan, karya komik para peserta nantinya akan dipamerkan ke publik untuk bisa diapresiasi dan dinikmati oleh masyarakat luas.

Sedangkan maksud dari kegiatan Lomba Komik Sejarah ini untuk menumbuhkembangkan rasa cinta dan bangga para generasi muda terhadap sejarah bangsa, yang dituangkan dalam kreativitas seni komik.

Narasumber menyampaikan paparan. (istimewa)

Peserta merupakan perwakilan siswa dan siswi SMA, SMK, MA se-DIY. Hasil karya dari lomba tersebut bisa dipakai untuk kegiatan sosialisasi nilai kebangsaan dengan cara dipamerkan atau diperbanyak (dipublikasikan).

Panitia bersama tiga orang juri yang sangat kompeten di bidangnya nantinya memilih 6 juara dan 6 nominasi.

Sebagai gambaran, terdapat empat kategori komik yakni komik wayang, komik silat, komik humor dan komik roman remaja. Sejarah mencatat, komik Indonesia lahir pada 1931 ketika harian Sin Po memuat komik humor tentang seorang tokoh gendut Put On, karya Kho Wang Gie.

Baca Juga :  Kiai Jazir Ajak Banting Stir

Komik pun terus mengalami perkembangan dengan tema beragam dan para komika juga bermunculan. Pada masa kemerdekaan publikasi komik melalui surat kabar bertambah banyak, disertai tokoh atau karakter yang beragam pula.,

Salah seorang komikus yang mengangkat tema sejarah adalah Abdulsalam, dengan komik berjudul Kisah Pendudukan Jogja.

Zaimul Azzah menyatakan, Yogyakarta dengan beragam sebutan seperti Kota Perjuangan, Kota Pendidikan, Kota Budaya, Kota Pelajar, Kota Gudeg, memang kaya peristiwa sejarah. Itu semua menarik untuk dihadirkan dalam komik.

Apalagi, Yogyakarta menjadi salah satu saksi bisu perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia, dan terus berlanjut pada masa masa setelahnya.

Komik Sejarah merupakan komik yang berisi tentang kisah sejarah baik itu peristiwa penting yang terjadi maupun kisah tentang tokoh-tokoh pelaku sejarah yang menjadi teladan generasi penerusnya. (sol)