Buah Naga Kalibawang Laris Jelang Imlek

383
Seorang petani buah naga, Agus Dwi Wahyunianto, menunjukkan hasil panennya. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Perayaan Imlek di mata orang awam identik angpao dan buah naga. Tidak heran menjelang tahun baru Imlek 2569 yang jatuh pada Jumat (16/02/2018), buah yang satu ini banyak dijual dan laris.

Di Kabupaten Kulonprogo, tanaman buah naga mulai digalakkan sekitar 12 tahun silam. Pertama kali dibuatlah kebun percontohan di Banjarharjo Kecamatan Kalibawang.

Dari satu lokasi, lambat laun tanaman buah naga muncul di hampir seluruh wilayah kabupaten ini,  meski dalam jumlah tidak terlalu banyak. Selain Kalibawang, Pantai Glagah dan Trisik juga dijadikan area budi daya buah naga.

Entah karena apa, perkembangan tanaman buah naga tidak terlalu semarak. Di Trisik, hanya itu-itu saja. Sedangkan di Glagah bahkan habis karena lahannya digunakan untuk bandara.

Hanya di Banjarharjo, cikal bakal tanaman buah naga Kulonprogo masih ada. Dahulu buah naga ditanam oleh kelompok tani sebagai percontohan, sekarang ditanam oleh perorangan.

Petani Desa Banjarharjo sejak lima tahun belakangan memang membudidayakan jenis buah yang identik berwarna merah itu. Hasil panen buah dari tanaman kaktus bermarga Hylocereus dan Selenicereus tersebut dijajakan di pinggir jalan.

Keunggulan buah naga Kalibawang adalah produksinya menggunakan sistem organik sehingga buah yang dihasilkan lebih sehat dan segar.

Seorang petani buah naga, Agus Dwi Wahyunianto, mengatakan dalam sekali musim panen para petani bisa memetik hingga lebih dari satu ton.

“Buah yang dijual di pinggir jalan itu baru dipetik dari pohon sehingga kondisinya masih segar tidak layu,” katanya, Jumat (09/02/201).

Menurut dia, sejak sepekan pembeli buah naga meningkat. Di sepanjang jalan Sentolo-Nanggulan-Borobudur di Banjarharjo berjejer banyak lapak pedagang menawarkan buah tersebut.

Letaknya yang cukup strategis di tepi jalur menuju destinasi wisata memudahkan penyuka buah berair itu mendapatkannya.

Tri Wahyuni (24), pedagang buah naga bertutur, permintaan saat ini cenderung melonjak dan setiap hari selalu ada pembeli datang memborong buah naga merah maupun putih.

Tidak hanya warga Kulonprogo, juga banyak pembeli dari luar daerah seperti Semarang, Magelang dan Solo.

“Setiap hari pasti ada pembeli. Sekarang mulai banyak yang cari karena sudah dekat perayaan Imlek,” kata Tri Wahyuni.

Buah naga banyak dicari sebagai sajian khas Imlek,  namun juga banyak yang dibeli oleh mereka yang tidak merayakan Imlek. Ini karena mereka sudah paham buah naga banyak manfaatnya untuk dikonsumsi.

Buah naga diyakini kaya nutrisi dan vitamin serta mampu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh maupun sebagai pencegah kanker. Buah naga konon membuat kulit seseorang jadi mulus halus.

Di Kalibawang buah naga merah dipatok pada kisaran harga Rp 15.000 hingga Rp 18.000 per kilogram. Sedangkan buah naga putih dihargai kisaran Rp 13.000 hingga Rp 15.000 per kilogram.

Umumnya para pembeli lebih memilih jenis merah karena identik dengan warna buah naga yang sesungguhnya, meskipun ada pula yang membeli kedua jenis sekaligus.

“Rata-rata sehari kami bisa jual buah naga antara 1-1,5 kuintal. Jelang Imlek begini harapan kami bisa lebih tinggi lagi penjualannya,” kata Tri Wahyuni. (sol)