Buah Segar 400 Kilogram Ludes dalam Sekejap

370
Wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata Botania Garden  (Bogar) Purbalingga, Minggu (25/03/2018), berebut gunungan buah. (prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Ratusan wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata edukasi dan petik buah Botania Garden (Bogar) Desa Karangcengis Kecamatan Bukateja Purbalingga, Minggu (25/03/2018) disuguhi buah gratis.

Sebanyak dua gunungan yang dibuat dari 400 kilogram buah segar terdiri  jambu biji kristal, jambu biji biasa, jambu citra dan jeruk diperebutkan beramai-ramai, setelah Camat Bukateja, Dedi Sutono, mengambil buah terlebih dulu.

Dalam sekejap, dua gunungan itu ludes. “Lumayan, saya dapat jambu kristal setengah kilogram,”  ujar Rudiawan (45), wisatawan dari Desa Situwangi Rakit Banjarnegara.

Rebutan gunungan buah itu bagian dari acara memeriahkan  Hari Ulang tahun (HUT) pertama  Bogar, destinasi wisata baru di Purbalingga, yang kini mulai banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Bogar berdiri pada Maret 2017, dikelola oleh para pemuda Desa Karangcengis. Para pemuda di desa ini bertekat menjadikan Karangcengis sebagai desa wisata buah.

Selama ini, Desa Karangcengis dikenal sebagai penghasil buah jeruk ternama, yang dipasarkan hingga luar kota.

Atas potensi itu, para pemuda setempat kemudian berinisiatif mengelola  lahan buah seluas 30 hektar milik 50 petani. Gayung pun bersambut, para petani buah dan pemuda sepakat menjadikan Desa Karangcengis sebagai desa wisata buah.

Wisatawan yang berkunjung ke sini, bisa jalan-jalan mengelilingi kebun buah yang rimbun dengan udara yang sejuk, memilih sendiri, memetik dan memakannya di dalam kebun. Di sini ada jambu biji kristal, jeruk, jambu biji biasa dan jambu citra.

Wahana Baru

Semula, yang dikelola hanya kebun buah saja. Namun memasuki tahun kedua ini, ada penambahan wahana baru, yakni arena bermain anak, terapi ikan, arena outbound dan arena bermain dengan binatang atau Play with Animal. Direncanakan juga dibikin arena memancing ikan di tengah kebun buah.

“Untuk arena play with animal ini sasarannya anak-anak. Di sini anak-anak bisa berwisata edukasi dan bermain dengan kambing, angsa, kelinci, burung dara, ayam kate dan kalkun,” ujar Abdi Legowo, Ketua Pengelola wisata Bogar, didampingi eksekutif marketing Bogar, Abdul Rozak Amri.

Abdi Legowo mengatakan, pihaknya mengubah kebun buah biasa menjadi daya tarik wisata yang menarik. Dan yang utama, para petani yang dulu menjual buahnya dengan harga lebih rendah ke pedagang pengepul, kini bisa menjual dengan harga lebih tinggi atau sama dengan harga pasaran.

Abdul Rozak Amri menambahkan, para petani buah semula hanya beberapa yang bergabung dengan Bogar. Seiring dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang, dan keuntungan petani yang lebih besar, maka mereka berniat bergabung dengan Bogar.

“Secara ekonomi, para petani buah ini ikut terangkat, dan para pemuda yang semula tidak bekerja, juga bisa mendapat lapangan pekerjaan baru dengan melayani wisatawan. Begitu pula juga semakin tumbuh para pedagang makanan yang berasal dari warga sekitar kebun buah,” kata Abdul Rozak Amri.

Wisata Bogar banyak diminati sebagai wisata edukasi oleh anak-anak. Tidak hanya dari Purbalingga saja, tetapi juga dari luar kota seperti dari Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen dan kota lainnya di Jateng. Berwisata ke sini, mirip berwisata ke kebun buah di Bogor maupun di Kabupaten Kendal.

“Selain anak-anak, banyak juga rombongan wisatawan yang mengadakan kegiatan di Bogar. Kami menyediakan gasebo di tengah kebun yang sejuk,” ujarnya.

Salah seorang wisatawan dari Kabupaten Purworejo, Rumanti (48), yang kebetulan datang ke Bogar mengaku senang berkunjung ke Bogar, karena bisa menikmati wisata petik buah.

Menurutnya, bagi warga Jateng selatan atau warga Jateng, tidak perlu jauh-jauh berwisata ke Bogor Jawa Barat hanya untuk menikmati kebun buah di sana.

Di Purbalingga tepatnya di Botania Garden, tempatnya juga bagus dan yang jelas harga buahnya lebih murah dibanding harga pasaran.

“Di Bogar kami bisa menikmati suasana kebun yang asri, dan buah-buahan yang harganya lebih murah dibanding harga pasaran,” ujar Rumanti.

Kepala Bidang Humas dan Informasi Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinklominfo) Purbalingga, Ir Prayitno MSi, yang menghadiri kegiatan HUT pertama Bogar, mengajak seluruh pengelola Bogar dan warga di sekitar kebun untuk terus melayani wisatawan dengan tetap menerapkan Sapta Pesona Wisata.

“Pengunjung jangan sampai dikecewakan. Berikan pelayanan yang ramah dan memuaskan. Jika pelayannya baik, ramah dan memuaskan, tentu akan menjadi kenangan tersendiri bagi wisatawan yang datang,” ajak Prayitno.  (sol)