Budaya Bersepeda Hidup Lagi

198
Sekjen Kemenpora melepas peserta Gowes Pesona Nusantara 2017, Minggu (03/09/2017), di Kota Yogyakarta. Event serupa di Purworejo dan Wonosobo Jawa Tengah maupun di Kulonprogo berlangsung meriah. (dwi suyono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID –  Gowes Pesona Nusantara 2017, event yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), terbukti mampu menggelorakan semangat warga untuk menghidupkan lagi budaya bersepeda.

Setidaknya, ini terlihat dari gelaran Gowes Pesona Nusantara 2017 di Kota Yogyakarta, Minggu (03/09/2017). Dari Stadion Mandala Krida Yogyakarta, ribuan warga dengan bersemangat mengayuh sepedanya melintasi rute wisata ikonik Yogyakarta yaitu Titik Nol kilometer, Jalan Malioboro, Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta,  Pojok Beteng, Situs Warung Boto dan kawasan wisata budaya Kotagede.

Tampak ikut berbaur dengan peserta Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti bersama wakilnya  Heroe Poerwadi serta Pelaksana Tugas Kepala Dispora Kota Yogyakarta, Anggoro Sulistiyo.

“Kegiatan ini selain meningkatkan derajat kesehatan warga juga mampu menghidupkan kembali budaya bersepeda,” kata Anggoro. Melalui event ini pula potensi wisata, kuliner dan budaya di Kota Yogyakarta terangkat.

Di sela-sela acara, Haryadi Suyuti berharap tumbuh atlet-atlet baru yang kompetitif, unggul dan berprestasi. Melalui olahraga termasuk olahraga bersepeda terwujud generasi muda yang sehat, kuat dan mandiri.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen)  Kemenpora, Dewabrata, usai melepas peserta di garis start menyampaikan apresiasi untuk Pemerintah Kota Yogyakarta dan masyarakat yang antusias menyambut program pemerintah ini.

Baca Juga :  Seniman Jogja Berjaya di "Go Ahead Challenge" Festival

“Gowes Pesona Nusantara 2017 mampu menjadi virus kebaikan yang akan menularkan wabah tumbuhnya rasa cinta dan bangga bersepeda sebagai jalan menuju sehat yang ramah lingkungan,” kata dia. Bersepeda juga menjadi sarana silaturahim di antara peserta, atlet maupun masyarakat pecinta olahraga bersepeda.

Promosi wisata

Terpisah, saat menghadiri kegiatan serupa di Wonosobo dan Purworejo Jawa Tengah, Asisten Deputi Bidang Sentra Pembinaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Teguh Raharjo SPd MM, menyampaikan Gowes Pesona Nusantara 2017 diharapkan selain untuk ajang promosi wisata juga menumbuhkembangkan budaya olahraga. Ini karena penduduk Indonesia belum ada 20 persen yang suka bergerak atau berolahraga. “Masyarakat di Purworejo Jawa Tengah yang suka olahraga bagaimana dapat ditingkatkan lagi,” ujarnya didampingi Bupati Purworejo, Agus Bastian.

Sedangkan Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Dr R Isnanta MPd tatkala menghadiri acara itu di Kulonporogo menyatakan, hampir semua kabupaten/kota di Indonesia ingin wilayahnya dilintasi peserta Gowes Pesona Nusantara 2017.

Daerah-daerah itu menginginkan potensi wisatanya terangkat. Mengingat ada keterbatasan, Gowes Pesona Nusantara 2017 baru menjangkau 90 kabupaten dan kota di Indonesia. Padahal, Indonesia memiliki lebih dari 500 kabupaten/kota.

Baca Juga :  Tunggu Master Baru Lahir Dari Piala Raja

Dia mengakui, selain olahraga, pariwisata merupakan potensi Indonesia yang tidak bisa dikalahkan. “Sulit kita rasanya bersaing di bidang (teknologi) HP dan elektronik lainnya. Bukan berarti kita minder tapi kita punya kekuatan yang nggak mungkin dilampaui orang lain, karena memang wisata dan olahraga itu adalah potensi alam. Tuhan banyak memberi anugerah,” ungkapnya kepada wartawan.

Itu sebabnya dia berharap jangan terlalu bangga apabila dapat berwisata ke Singapura atau China. Sebab, Indonesia punya keindahan alam yang luar biasa.

“Olahraga bersepeda ini menghasilkan pesan moral, ini lho keindahan alam Indonesia. Olahraga ternyata bisa membantu promosi pariwisata. Kita ke Labuan Bajo, kita ke Karimata, dari Sabang sampai Merauke semua ternyata indah-indah,” ungkapnya.

Menurut Isnanta, ke depan Kulonprogo  akan menjadi kekuatan wisata baru di Indonesia. “Sekarang orang sudah banyak mengetahui kekuatan wisata di Lintas Menoreh. Kita yakin nasional akan tahu ternyata Kulonprogo hebat dengan wisata dan budaya,” tandasnya. (sol)