Bupati Kebumen Diduga “Ngijon” Proyek

283

KORANBERNAS.ID — Komisi  Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kebumen  Yahya Fuad sebagai tersangka korupsi/gratifikasi, diduga berhubungan dengan ijon  proyek  tahun anggaran 2016.

Praktik  ijon   proyek  puluhan  miliar rupiah diduga dilakukan  Yahya Fuad sebelum dilantik   menjadi  Bupati Kebumen. Bersama Wakil Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz, Yahya Fuad dilantik 17 Februari 2016.

Hari Selasa (27/02/2018) tim penyidik KPK yang menyidik perkara Yahya Fuad Hojin Anshori  dan Khayub di Kebumen, melakukan penyidikan di Kantor Sekretariat Daerah Kebumen.

Penyidikan dilakukan di ruang kerja Sekretaris Daerah Kebumen dan Unit Layanan  Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa di Bagian Administrasi Pembangunan. Penyidikan ini diperkirakan untuk menambah alat bukti perkara.

Tampak beberapa pejabat/saksi dalam perkara ini,  saat tim penyidik melakukan penyidikan. Di antaranya  mantan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan/Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kebumen, Edi Rianto.

Tahun anggaran 2016, Edi Rianto menjadi  Kepala Bagian  Administrasi  Pembangunan.

Informasi yang diperoleh  koranbernas.id dari berbagai sumber, praktek ijon  proyek tahun anggaran 2016 diduga dilakukan kurang dari sepekan setelah KPU Kabupaten  Kebumen mengumumkan  calon terpilih Bupati dan Wakil Bupati  Kebumen pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen 2015.

Pertemuan membahas ijon proyek diduga pada Akhir Desember 2015, di rumah pribadi Yahya Fuad di Yogyakarta.

Mereka yang ikut pertemuan di antaranya tersangka Hojin  Anshori dan Khayub, keduanya kontraktor di Kebumen, serta tim sukses   Fuad-Yazid.

Hasil  pertemuan itu diduga disepakati, Khayub menyerahkan uang Rp 2,3 miliar dengan janji mendapat proyek tahun anggaran 2016.

Sejumlah saksi/pejabat di lingkungan Pemkab Kebumen diperiksa penyidik KPK. Terakhir mereka diperiksa di kantor BPKP Yogyakarta.

Setelah ditetapkan tersangka,  sebelum ditahan, Yahya Fuad  seperti dilansir sejumlah media, membantah pemberian uang itu sebagai suap.

Pemberian uang Rp 2,3 miliar, tidak ada hubunganya  dengan jabatanya sebagai bupati. Uang diterima sebelum Yahya Fuad menjabat Bupati Kebumen.

Kepala Bagian  Humas Pemkab Kebumen Sukamto, yang dikonfirmasi koranbernas.id, Rabu (28/02/2018) tidak bersedia menanggapi penyidikan lanjutan di ruang Sekretaris Daerah Kebumen dan ULP/Bagian Administrasi Pembangunan, sehari sebelumnya. (sol)