Bupati Kebumen Ditetapkan jadi Tersangka Korupsi

10009

KORANBERNAS.ID — Lagi, pejabat pemerintahan jadi tersangka dalam kasus korupsi. Kali ini Bupati Kebumen HM Yahya Fuad ditetapkan sebagai tersangka korupsi dalam tuduhan menerima gratifikasi.

Kepastian predikat sebagai tersangka tersebut justru disampaikan Fuad dalam rapat dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, Senin (22/01/2018). Rapat yang dipimpin Fuad bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kebumen tersebut tidak membahas masalah kedinasan. Fuad justru menjelaskan dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepada pimpinan OPD, Bupati meminta pandangan atau pendapat, jika dirinya akan mengambil sikap mengundurkan diri sebagai Bupati Kebumen setelah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu dilakukan agar bisa fokus menjalani proses hukum di KPK. Namun sejumlah pimpinan OPD menyerahkan keputusan itu kepada Fuad.

Informasi yang diperoleh koranbernas.id, Fuad ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu (20/01/2018). Setelah mendapat informasi, ia sempat mengundang sejumlah pimpinan OPD pada Minggu (21/01/2018) untuk meminta pendapat soal penetapan tersangka.

Namun rapat kecil batal karena tidak semua pimpinan OPD yang diundang datang. Sehingga rapat dinas diputuskan Senin (22/01/2018) di ruang Jatijajar, Komplek rumah dinas Bupati Kebumen.

Penetapan tersangka korupsi tersebut cukup berbanding terbalik dengan rencana Fuad yang sebelumnya akan menjadi trainer atau pelatih dalam program training of trainer (ToT) pencegahan korupsi. Kepada sejumlah warga Kebumen di pendopo rumah dinas Bupati Kebumen belum lama ini, Fuad mengungkapkan ToT direncanakan diselenggarakan Sabtu (20/01/2018) sampai dengan Senin (22/01/2018).

Kepala Bagian Humas Pemkab Kebumen, Sukamto yang dikonfirmasi membenarkan hal itu.

Sebelumnya KPK telah menetapkan 6 tersangka yaitu Yudhi Tri Hartanto, Sigit Widodo, Adi Pandoyo, Hartoyo, Basikun alias Ki Petruk dan Dian Lestari. Lima diantaranya sudah divonis majelis hakim termasuk mantan Sekda Kebumen Adi Pandoyo pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 15 Oktober 2016. (yve)