Bupati Kucurkan Miliaran Dana Bansos ke Mantan Timses

384
Angkutan umum pedesaan jurusan Kebumen-Krakal mangkal di terminal non bus Kebumen, Selasa (23/01/2018). Sebagian angkutan umum yang melayani penerima manfaat angkutan umum gratis dari dana bansos yang dikelola mantan timses bupati Kebumen. (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Salah seorang mantan tim sukses Bupati Kebumen HM Yahya Fuad dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) 2015, Ir Ngadino dipercaya mengelola dana bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari APBD Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2018. Dana bansos untuk program angkutan umum gratis dikelola Koperasi Trans Kebumen yang didirikan dan diketuai Ngadino pada 2017 lalu.

Kepala Dinas Perhubungan Kebumen, Drs Maskemi MPd kepada koranbernas.id Selasa (23/01/2018) menjelaskan, salah satu program pengentasan kemiskinan yang menjadi misi Bupati Kebumen HM Yahya Fuad dan Wakil Bupati Kebumen H Yazidz Mahfud diwujudkan bentuk program angkutan umum gratis bagi warga miskin di kabupaten tersebut.

Sasaran program ini, pelajar, warga masyarakat serta pedagang kecil. Program angkutan umum gratis dimulai menggunakan APBD Perubahan tahun anggaran 2017 dan dilanjutkan tahun anggaran 2018. Tahun anggaran 2018, terdapat 6.047 orang sasaran, sebanyak 4.992 orang diantaranya pelajar yang duduk di bangku SMTP dan SMTA di 26 kecamatan dengan dana sebesar Rp 5 miliar.

Baca Juga :  Pemda DIY Perlu Tambah PPNS

Anggaran sebesar itu sepenuhnya dikelola Koperasi Trans Kebumen. Namun tidak ada anggaran untuk pengadaan jasa dalam program ini. Uang sebanyak Rp 5 miliar diwujudkan dalam bentuk kupon yang diberikan kepada penerima manfaat.

Yang ia dengar, pada tahun sebelumnya ada kesepakatan antara awak angkutan yang mengikuti program tersebut bersama dengan koperasi. Ada fee sebesar Rp 100 untuk koperasi dari setiap kupon yang diklaim atau dicairkan awak angkutan kepada koperasi itu.

Namun dalam nota kesepahaman yang dibuat Pemkab Kebumen dan Koperasi Trans Kebumen tidak dicantumkan ada anggaran pengadaan jasa yang menjadi hak pengelola program. Jauh hari sebelum program ini terwujud, dalam beberapa kesempatan kepada koranbernas.id, Ngadino menjelaskan encana program pengentasan kemiskinan tersebut.

Baca Juga :  Pastikan Natal dan Tahun Baru Aman

Sudarso dan Slamet, awak angkutan umum pedesaan jurusan Kebumen–Krakal (Alian) kepada koranbernas.id mengatakan, hingga Senin (22/01/2018), belum ada pelajar atau warga penerima manfaar menggunakan kupon angkutan umum gratis.

Mereka berharap, pencairan uang yang berasal dari kupon yang digunakan penerima manfaat, pembayaranya bisa terjadwal. Dengan demikian awak angkutan tidak menanggung rugi.

“Pernah yang mengalihkan kupon senilai Rp 3.500 per lembar kepada orang yang punya uang dihargai Rp 2.000 per lembar,“ kata Sudarso.(yve)