Bupati Kulonprogo Tampil di Forum PBB

173

KORANBERNAS.ID — Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo sejak Selasa (08/05/2018), berangkat menuju Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)  untuk mempresentasikan program ekonomi kerakyatan ala Kulonprogo. Dijadwalkan dia berbicara di forum tingkat dunia itu pada 12 Mei 2018.

Hasto menjelaskan, dirinya diundang karena pernah memenangkan penghargaan Natamukti Award dari Kementerian Koperasi dan UKM. Dia juga pernah meraih penghargaan Bupati Entrepreneur berkat program Bela Beli Kulonprogo.

Mengenai materi yang disampaikannya, dia mengatakan, seputar peran-peran serta sosial kapital yang berbasis manusia, terutama sebagai daya ungkit pembangunan yang diterapkan di kabupaten ini.

Kabupaten Kulonprogo memang memiliki pola gotong royong yang bisa menjadi daya ungkit masalah-masalah sosial. Hasto juga akan menyampaikan cara Kulonprogo mempertemukan pemodal dengan masyarakat.

“Kita pertemukan dalam konsep ekonomi Pancasila yang namanya gotong royong,” kata Hasto.

Pilot project itu adalah menyatunya koperasi dengan waralaba berjejaring sehingga menghasilkan Toko Milik Rakyat atau biasa disingkat Tomira.

Dia merasa, itulah model-model inovasi yang dilakukan Pemkab Kulonprogo untuk mempertemukan investor dan pengusaha berbasis pendekatan humanistik. Tentunya, melibatkan pula masyarakat menengah ke bawah.

Hasto melihat, inilah representasi Pancasila yang sebenar-benarnya, sehingga entrepreneur yang terkait keterlibatan masyarakat menengah ke bawah benar-benar dapat dirasakan. Artinya, kesejahteraan itu benar-benar untuk rakyat.

Di Hotel Redtop Jakarta, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo bersama 50 walikota dan bupati dari berbagai daerah di Indonesia menandatangani nota kesepahaman Gerakan Menuju 100 Smart City tahap kedua.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara  menyampaikan, hasil dari Gerakan Menuju 100 Smart City adalah terbentuknya master plan rencana pembangunan smart city di masing-masing kot/kabupaten lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Dinas Kominfo Kabupaten Kulonprogo menyambut baik Gerakan Menuju 100 Smart City. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kulonprogo, Rudiyatno, memaparkan penandatanganan nota kesepahaman sebagai tanda dimulainya kegiatan untuk mendorong potensi di masing-masing daerah.

Selain itu, juga sebagai bentuk komitmen dari para pihak yang melakukan penandatanganan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dengan mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi.

“Program pendampingan Gerakan Menuju 100 Smart City oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah ditunggu-tunggu sebagai kesempatan untuk mempercepat dan menyempurnakan yang selama ini sudah Kulonprogo lakukan,” ungkapnya.

Dinas Kominfo Kulonprogo menyiapkan SDM dan infrastruktur untuk merealisasikan pelaksanaan Smart City  sehingga mencapai progres yang diharapkan.

Gerakan Menuju 100 Smart City diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika didukung kementerian terkait seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Bappenas dan Kantor Staf Kepresidenan.

Program tersebut digulirkan sejak 2017 yang diikuti 25 kota/kabupaten, dan tahun 2018 bertambah 50 kota/kabupaten sehingga total peserta 75 kota/kabupaten.

Pada 2019 rencananya melibatkan 25 kota/kabupaten lain, yang artinya akan ada 100 kota/kabupaten di Indonesia memiliki master plan pembangunan Smart City. (sol)