Bupati Minta Operator Jeep Merapi Jangan Ugal-ugalan

130

KORANBERNAS.ID — Komunitas Jeep Lava Tour Cangkringan Pakem yang jumlahnya cukup banyak dengan anggota mencapai ratusan, sampai saat ini tetap eksis. Bahkan jumlah anggotanya terus bertambah.

Namun tidak mudah menjadi anggota komunitas ini. Perlu persyaratan tertentu antara lain kelengkapan kendaraan yang akan dipakai, termasuk operator mobil apakah masih layak pakai kelengkapan kendaraan tersebut.

Hal ini terungkap saat dilakukan pembinaan terhadap komunitas jeep lava tour di Hotel Aden Kaliurang, Selasa (09/01/2018) malam, oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Kapolres Sleman AKBP M Arifin Lukmanul Hakim SH.

Tampak hadir Camat Cangkringan Edy Harmana SH, Camat Pakem Suyanto MSi MM, dan anggota komunitas Jeep lava Tour Merapi sekitar 500-an orang.

Sri Purnomo menyampaikan obyek lava tour Merapi sampai saat ini pengunjungnya terus bertambah. Hal ini harus diimbangi kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Baca Juga :  DPRD DIY Dukung Percepatan Rehab Pascabencana

Tanpa jaminan kenyamanan dan keamanan dikhawatirkan wisatawan berkurang. Sebetulnya yang diinginkan wisatawan adalah menikmati indahnya Merapi dan bekas lahar erupsi Merapi, bukan semata-mata naik jeep wisata.

Menurut Sri Purnomo jalur wisata lava tour bukan saja di area  bekas lava Merapi akan tetapi juga jalan transportasi umum misalnya Jalan Kaliurang. Oleh karena itu Sri Purnomo minta agar lebih hati-hati bila mengoperasikan jeep wisata.

“Jangan mengoperasikan kendaraan secara ugal-ugalan misalnya ngebut. Jangan sampai berjalan seperti layaknya offroad, karena jalur tersebut bukan jalur offroad,” kata Sri Purnomo.

Yang diharapkan wisatawan adalah kenyamanan dan keamanan. Oleh karena itu faktor keamanan dan kenyamanan harus dinomorsatukan, termasuk penggunaan sabuk pengaman dan helm standar.

“Jangan sampai operator jeep hanya mengejar tarikan untuk mendapatkan uang yang banyak, sekali lagi kami minta agar faktor keamanan dan kenyamanan harus lebih diperhatikan,” tambah Sri Purnomo.

Baca Juga :  Curi HP, Oknum Pelajar Digelandang Petugas

Dia mengakui, apabila kendaraan jeep yang dioperasikan untuk wisatawan di obyek lava tour dicek secara teliti, tentu belum semuanya kelengkapannya ada termasuk surat-suratnya, bahkan kelengkapan operatornya misalnya SIM. Bupati berharap agar kelengkapan kendaraan juga surat-suratnya dilengkapi.

Kapolres Sleman AKBP M Arifin Lukmanul Hakim SH menyampaikan jika komunitas ingin membuat wisata khusus untuk offroad harus terlebih dahulu membuat jalur tersendiri.

Segi keamanan harus lebih ketat termasuk pengguna kendaraan harus lebih selektif, misalnya batas umur yang akan menggunakan wisata offroad. Tentu hal tersebut haarus disiapkan sejak dini sebelum dioperasionalkan.

Menurut Kapolres, pengguna jasa wisata jeep Merapi dari berbagai kalangan dan umur. Karena itu operator harus lebih jeli, kapan harus menjalankan kendaraan di medan yang berat atau ringan. (sol)