Bupati Purbalingga Ditangkap KPK

381
Ruang kerja Bupati Purbalingga disegel KPK, Senin (04/06/2018). (prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengendus sampai ke Purbalingga,Jawa-Tengah. Bupati Tasdi, Senin (4/6) sekitar pukul 17.00 Wib ditangkap di ruang kerjanya, komplek Pendapa Dipokusumo, Purbalingga.

KPK juga menangkap tiga orang lainnya, yakni Kepala Bagiam Unit Lelang dan Pengadaan (ULP) Setda Purbalingga, HI (42) , ajudan bupati TP (43), dan ANB (swasta) . Mereka ditangkapdi Purbalingga, berikut barang bukti berupa uang Rp100 juta terkait proyek Pembangunan Islamic Center Tahun Anggaran (TA) 2018.

Selanjutnya pada sekitar pukul 18.20 WIB, Tim Penyelidik juga mengamankan NBB (swasta) dan HMD (swasta) di Jakarta. Keterangan yang dihimpun koranbernas.id di lapangan menyebutkan, sebelum penangkapan, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara mobil penyidik KPK dengan Kepala Bagian ULP HDI. HDI yang menggunakan mobil dinas Avanza bernomor polisi R-64-C masuk dengan kecepatan kencang, dari arah jalan raya alun-alun utara, masuk ke komplek Pendapa Dipokusumo. Mobil itu dikejar oleh dua mobil Avanza warna putih yang tidak diketahui nomor polisinya.

Mobil dinas HDI lalu menuju ke lapangan tenis di komplek pendapa. Mobil itu ditabrak oleh salah satu mobil KPK pada bagian sisi kanan tengah,hingga penyok. HDI kemudian keluar dari mobil, dan berlari menuju ruang kerjanya di lantai dua gedung Setda, di Jalan Onje Purbalingga.

Baca Juga :  Ketua RT dan RW di Purworejo akan Berhonor

Sejumlah orang dari dua mobil KPK lalu keluar dan mengejarnya. Ternyata di komplek pendapa juga sudah terparkir mobil Avanza silver yang dinaiki oleh tim KPK. Mereka juga keluar dan mengejarnya. Akhirnya penyidik KPK berhasil menangkap HDI di salah satu ruangan. Dia lalu menyerahkan tas kresek berisi segepok uang.

Penyidik KPK dari tim lain ternyata juga mendatangi ruang kerja Bupati Tasdi. Dan kemudian membawa bupati bersama ajudannya, TP. Mereka lalu dibawa ke Polres Purbalingga untuk dimintai keterangan.

Mobil Avanza milik Kabag ULP Setda Purbalingga disegel sebagai barang bukti oleh KPK, Senin (04/06/2018). (prasetiyo/koranbernas.id)

Pembangunan Purbalingga Islamic Center

Diduga penangkapan itu terkait pembangunan tahap II Purbaingga Islamic Center (PIC) di Jl Soekarno Hatta-jalan lingkar Kelurahan Karangmanyar,Kecamatan Kalimanah senilai Rp 22,5 miliar. Mega proyek itu dibangun secara multiyears dengan total anggaran Rp 77 miliar. Proyek tahap II ini dimenangkan oleh PT Sumber Banyak Kreasi dari Jakarta.

Anggaran Rp 77 miliar itu disiapkan untuk pembangunan gedung dan kawasan PIC. Anggaran itu disiapkan secara multiyears mulai tahun 2017. Tahun 2017 lalu dianggarkan Rp 15 miliar untuk penyiapan lahan dan penataan kawasan, dan selebihnya pembangunan fisik gedung mulai dibangun tahun 2018 hingga 2019.

Untuk mendukung gedung PIC, prasarana Jalan Soekarno Hatta juga akan dilebarkan menjadi empat lajur dengan median jalan ditengahnya. Sepanjang jalan itu juga akan ditulisi Asmaul Husna.

Baca Juga :  Polisi Bekuk Sindikat Pencuri Truk dari Jejak IT yang Terlacak

Kompleks Purbalingga Islamic Center yang didirikan di atas lahan seluas 4,5 hektar kelak akan menjadi kompleks Islamic Center yang cukup megah. Dengan lahan seluas itu, maka sarana yang ada di dalamnya akan cukup lengkap. Secara keseluruhan, ada sebanyak 12 bangunan berdiri di kompleks PIC.

Bangunan tersebut, terdiri dari gedung pengelola, gedung untuk kantor Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Purbalingga, Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Gedung Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta ruang konferensi berikut tempat parkirnya.

Sementara itu hingga berita ini ditulis, pihak-pihak terkait di lingkungan Pemkab Purbalingga tidak ada yang berkomentar apapun tentang penangkapan tersebut. Saat penggeledahan, penyidik KPK didampingi oleh polisi. KPK menyegel mobil dinas Kabag ULP, ruang kerja Kabag ULP, dan ruang kerja Bupati.

Tampak di kompleks halaman Pendopo hingga malam ini, terlihat banyak orang masih berkerumun. Dan mereka kaget dengan penangkapan Bupati Tasdi oleh KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Saya nggak mengira mas.Sungguh,ini mengejutkan. Purbalingga yang selama ini adem ayem saja dari kasus korupsi,ternyata kok bisa begini,” tutur Tumarno (45), seorang warga Kelurahan Purbalingga Lor yang beradadi kompleks Pendapa Dipokusumo,Purbalingga. (yve)