Bupati Sebut Potensi Bencana di Sleman Tinggi

155
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI membuka rapat koordinasi SAR Tahun 2018 di Hotel Tara Kricak Jalan Magelang, Kamis (30/08/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menyebutkan kondisi wilayah kabupaten ini memiliki potensi kebencanaan cukup tinggi.

“Sleman memiliki ancaman bencana erupsi Gunung Merapi, banjir, angin puting beliung, petir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran maupun gempa bumi,” ujarnya pada Rapat Koordinasi (Rakor) SAR Tahun 2018 di Hotel Tara Kricak Jalan Magelang, Kamis (30/08/2018).

Oleh karena itu, kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi poin penting dalam upaya meminimalisasi dan mengelola kebencanaan.

Sri Purnomo mengapresiasi Rapat Koordinasi SAR yang diselenggarakan Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta sebagai unit pelaksana teknis Basarnas Pusat di wilayah DIY.

“Program yang menitikberatkan pada upaya kesiapsiagaan penanggulangan bencana ini, kami menyambut baik, karena selama ini telah turut membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman dalam pelaksanaan tugas di bidang kebencanaan di wilayah otonomi kami,” kata Sri Purnomo.

Kasi Operasi dan Siaga, Aditya Dwi Hartanto yang juga ketua panitia menjelaskan kegiatan tersebut untuk lebih memantapkan koordinasi dengan instansi terkait serta bersinergi melaksanakan tugas penanggulangan bencana erupsi Merapi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengoptimalkan peran klaster SAR dalam mendukung keberhasilan penanggulangan bencana erupsi Merapi,” jelas Aditya.

Rapat koordinasi yang berlangsung dua hari itu diikuti 80 orang terdiri dari unsur TNI, Polri, instansi pemerintah, organisasi berpotensi SAR di wilayah kerja Kantor SAR Yogyakarta.

Narasumber dari perwakilan TNI (Korem 072/Pamungkas), perwakilan Kantor Pusat Basarnas, perwakilan BPBD Sleman serta perwakilan BPPTKG. (sol)