Dipecat PDIP, Bupati Tasdi Digelandang ke Jakarta

2406
Bupati Purbalingga, Tasdi dan istri. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Menanggapi kasus yang menjerat Bupati Purbaingga, Tasdi yang juga Ketua DPC PDI Purbalingga, Sekretaris DPC PDIP, Bambang Irwan mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan kasus ini. Dan Bupati Tasdi,kini diberhentikan dari PDIP.

“Ini menjadi pelajaran bagi semua agar dalam menjalankan pemerintahan tetap berada pada aturan hukum yang ada,” ujar Bambang Irawan kepada wartawan, Senin (4/6/2018) malam.

Saat ini, Bambang Irawan bersama sejumlah pengurus partai sedang dalamperjalanan dalam perjalanan ke Semarang,untuk berkoordinasi dengan DPD PDIP Jateng. Menurut Bambang Irawan, mengenai kelanjutan pemerintahan Pemkab Purbalingga PDIP akan mengikuti aturan yang berlaku.

Saat ini, Bupati Purbalingga Tasdi berpasangan dengan Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi , periode 2016-2021. Pasangan Tasdi-Tiwi yang didukung PDI P ini memenangi Pilkada langsung yang digelar akhir Desember 2015, melawan pasangan Sugeng- Sutjipto.

Baca Juga :  Mantan Sekda Purworejo Meninggal Saat Tenis

Ke Stasiun Purwokerto, Bupati Digelandang ke Jakarta

Sementara itu, setelah diperiksa di Polres Banyumas, Tasdi naik mobil Avanza silver bernomor polisi R 9465 CH menuju Stasiun Purwokerto untuk dibawa ke Jakarta. Selain itu ada empat mobil lain yang membawa orang yang tertangkap KPK. Mobil tersebut dikawal mobil Bawor Satria. Pada pukul 22.59 WIB, mobil tersebut sampai di stasiun kereta api Purwokerto.

Saat diminta komentarnya, Tasdi hanya menjawab singkat. “Ngga, ngga,” katanya sambil menggelengkan kepala.

Saat ke Stasiun Purwokerto Tasdi menggunakan masker, menutup sebagian wajahnya. Sementara beberapa anggota dari KPK membawa berkas yang dimasukkan dalam plastik hitam. Ada juga berkas yang dijinjing oleh tim dari KPK.

Tasdi, dan beberapa orang yang ditangkap KPK, bersama tim dari KPK menggunakan Kereta Api Gajayana Gerbong nomor 7. Pada pukul 23.15 WIB, kereta meluncur ke Jakarta.

Baca Juga :  Warga Dua Desa Protes Usaha Pembuatan Arang
Purbalingga Islamic Center (istimewa)

Dari Jakarta dilaporkan, juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, menjelang Maghrib, Senin (4/6/2018) , KPK telah mengamankan empat orang diPurbalingga,satu diantaranya Bupati Purbalingga.Lainnya pihak swasta, pejabat ULP (unit layanan pengadaan), satu orang ajudan. “Selain itu, kami juga mengamankan dua orang dari pihak swasta di Jakarta,” ujarnya di Jakarta.

Dalam kasus itu,lanjutnya, ada sejumlah uang yang diamankan. Uang itu diduga sebagai bagian dari komitmen fee sebuah proyek Purbalingg Islamic Center.

“KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status enam orang tersebut yang telah diamankan. Apakah jadi tersangka atau tidak, nanti setelah 1 x 24 jam akan dibeberkan KPK. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.(yve)