Bupati:Tantangan MUI Tidak Ringan

102
Sri Purnomo menyerahkan SK Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabu (06/03/2018).(Nila Jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Bupati Sleman, Sri Purnomo mengukuhkan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sleman masa bakti 2018-2023, Selasa (06/03/2018). Sebanyak 16 orang Dewan Pimpinan Harian dan 95 orang Komisi dikukuhkan. KH Syakir Ali menjadi Ketua Umum MUI Kabupaten Sleman menggantikan  KH Ma’mum M Muro’I LML.

Pengukuhan Dewan Pimpinan Harian tersebut terdiri dari ketua umum, ketua, sekretaris umum, sekretaris, bendahara umum, dan bendahara. Sedangkan komisi yang dikukuhkan terdiri dari Komisi Hubungan Antar Umat Beragama, Fatwa, Ukhuwah Islamiyah, Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Pemberdayaan Seni dan Budaya, Pendidikan dan Kaderisasi, Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Keluarga, Pengkajian dan Penelitian, Informatika dan Komunikasi, Hukum dan Perundang-undangan.

Baca Juga :  Sultan Ingin Produksi Garam Pantai Sepanjang Dioptimalkan

Sri Purnomo berharap amanah yang diemban oleh para pengurus yang telah dikukuhkan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat memberikan kemajuan bagi MUI dan juga  kemajuan bagi umat Islam di Kabupaten Sleman khususnya.

Menurutnya, MUI adalah lembaga swadaya masyarakat yang mewadahi ulama, zua’ama dan cendekiawan Islam di Indonesia untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin.

Kiprah MUI sejak berdirinya memiliki peran penting dalam memajukan kaum muslimin.

”Berkaitan dengan hal tersebut maka saya berharap keberadaan MUI Sleman dapat memberikan sumbangsih tidak hanya dalam memajukan kaum muslimin, namun juga dalam mendukung berbagai program pemerintah Kabupaten Sleman dalam menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan,” harapnya.

Baca Juga :  Lupus, Penyakit Unik yang Sulit Dideteksi

Sri Purnomo menjelaskan bahwa perkembangan zaman saai ini berbagai permasalahan yang berkaitan dengan akidah dan akhlak semakin  kompleks. Permasalahan tersebut diantaranya adalah terorisme dan kekerasan yang mengatasnamakan agama, penyalahgunaan narkoba, maraknya pornografi dan pornoaksi, hingga permasalahan kenakalan remaja.

Berkenaan dengan hal tersebut MUI Kabupaten Sleman dituntut untuk mampu memberikan perlindungan-perlindungan  kepada umat Islam, agar dapat menjalankan kehidupannya sesuai dengan ajaran agama. Majelis Ulama Indonesia diharapkan jadi pilar penjaga iman dan moral umat.

“Ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh pengurus MUI,” jelasnya. (SM)