Burung Putih di Pundak Prof Siti Malkhamah

355
Dekan Sekolah Pascasarjana UGM Prof Siti Malkhamah dihinggapi seekor burung putih di pundaknya saat pembukaan Dies ke-35 Sekolah Pascasarjana UGM, Selasa (24/04/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Seekor burung tiba-tiba hinggap persis di pundak Prof Ir Siti Malkhamah MSc PhD. Warna bulunya yang putih bersih, terlihat serasi bersanding dengan kerudung putih yang dikenakan oleh Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Mestinya burung jenis puter atau derkuku tersebut terbang bebas bersama 35 ekor burung lain yang dilepaskan guna menandai open house dan rangkaian Dies ke-35 Sekolah Pascasarjana UGM, Selasa (24/04/2018) di kampus setempat.

Tapi rupanya, burung derkuku itu seperti enggan pindah dari pundak Prof Siti Malkhamah. Sedangkan burung-burung lainnya jenis trotokan dan kutilang sudah lebih dulu melesat kemudian berloncatan di pohon-pohon halaman kampus.

Ternyata burung itu derkuku itu sayapnya belum benar-benar sempurna, kemudian dimasukkan kembali ke sangkar untuk dilepaskan setelah kuat terbang.

Open house Sekolah Pascasarjana UGM tahun ini memang dikemas berbeda. Selain ditandai pelepasan burung dan potong tumpeng oleh Prof Siti Malkhamah dan diterima Dr Ir Dina Ruslanjari selaku ketua open house Sekolah Pascasarjana UGM, juga dimeriahkan berbagai kegiatan lainnya.

Setelah pembukaan dan open house, dijadwalkan digelar family gathering, lomba internal, lomba eksternal, lomba olahraga, The 10ᵗʰ  IGSSCI dan orasi ilmiah.

Pertunjukan tari melengkapi acara pembukaan Dies ke-35 Sekolah Pascasarjana UGM. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Prof Siti Malkhamah menyampaikan, sebagai salah satu tulang punggung Universitas Gadjah Mada, Sekolah Pascasarjana diharapkan terus memupuk semangat agar mampu mengembangkan diri dan bermanfaat bagi banyak pihak. Sebanyak 70 persen program studi S2 dan S3 Sekolah Pascasarjana UGM telah mendapat akreditasi A.

Baca Juga :  Dari Selembar Kertas Tertulis Identitas Mayat Bayi Bernama Khilafah

Pada 2017, program studi Pengkajian Seni Pertunjukkan dan Seni Rupa mendapatkan nilai A. Sedangkan 5 program studi lain dalam proses menyusul, yaitu program studi S2 pariwisata, kemudian S2 MMB (Magister Manajemen Bencana), S2 MMPT (Magister Manajemen Pendidikan Tinggi), S2 Bioetika dan S3 ALB (Agama dan Lintas Budaya).

“Mudah-mudahan semua dapat berjalan lancar, karena untuk akreditasi kali ini berbeda, nomor satu dan syarat utama adalah tidak boleh ada plagiarism,” kata Prof Siti Malkhamah.

Persoalan plagiat, lanjut dia, memang tidak mudah. Hal penting yang harus dilakukan adalah sering-sering melakukan cek, karena jika sampai terjadi maka penaltinya sangat berat.

“Konsekuensinya dalam satu tahun tidak terakreditasi, dan ini tentu menjadi pukulan berat untuk institusi pendidikan. Karenanya dalam menulis karya ilmiah perlu melihat panduan BAN PT dan Jawa Tengah Travel Mart (JTTM) 2018 kalimat atau kata-kata sendiri,” paparnya.

Potong tumpeng Dies ke-35 Sekolah Pascasarjana UGM. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Siti Malkamah merasa bersyukur karena Sekolah Pascasarjana UGM memiliki dosen berasal dari berbagai fakultas, giat melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Sepanjang tahun 2017 terdapat 45 kegiatan penelitian dengan total biaya Rp 3,5 miliar.

Baca Juga :  Teteg Sentolo Tak Lagi Akibatkan Kecelakaan

Jumlah publikasi di tahun 2017 mencapai 159, sebanyak 35 publikasi di antaranya publikasi internasional dan 124 publikasi nasional. Sekolah Pascasarjana UGM juga terus melakukan kerja sama dengan institusi nasional maupun internasional.

“Jumlah mahasiswa baru  kita tahun ajaran 2017-2018 sebanyak 432 dan kita terus berusaha agar jumlah mahasiswa lebih banyak lagi,” tambahnya.

Sedangkan Dr Ir Dina Ruslanjari selaku ketua open house mengatakan 35 tahun merupakan usia yang penuh prestasi dan karya untuk bangsa dan kemanusiaan. Open house digelar untuk memperkenalkan program studi-program studi ke masyarakat.

Open house yang berlangsung empat hari hingga Jumat (27/04/2018) ini, diikuti seluruh program studi yaitu sebanyak 14 prodi S2 dan 10 prodi S3 dan diikuti bagian penerbitan, akademik, Basarnas dan produk-produk lainnya.

“Kegiatan semacam ini sebagai bagian yang terpisahkan dari seluruh kegiatan dies, sebagai wujud komitmen civitas akademika dan rasa cinta pada Sekolah Pascasarjana UGM,” kata Dina Ruslanjari.

Melengkapi acara itu, sebelum pengguntingan untaian bunga dipentaskan pula tarian Untaian Mutiara oleh mahasiswa program studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. (sol)