Butet dan Djaduk “Ngobong” Kalibiru

225

KORANBERNAS.ID — Seniman sekaligus budayawan Yogyakarta, Butet Kartarejasa dan Djaduk Feriyanto bersama tiga puluhan seniman budayawan lainnya, Minggu (06/08/2017) bersantai di Kalibiru Kokap Kulonprogo. Mereka ditemani Bupati Hasto Wardoyo melakukan jalan jalan yang mereka namai ‘ngobong kalori’.

Hampir semalam suntuk mereka ngobrol ngalor ngidul dan menginap di lokasi obyek Wisata Kalibiru. Menikmati udara dingin hutan pegunungan Kokap. Saat bincang bincang ringan dengan Hasto Wardoyo, Butet dan kawan kawanya ini berpesan agar Pemda sekuat tenaga menjaga kelestarian alam. Menjaga pengaruh negatip modernisasi akibat adanya bandara, dikaitkan dengan perilaku masyarakat.

Dibanyak tempat adanya bandara selalu memabwa kemajuan dan modernisasi. Hal ini harus disikapi secara positip namun waspada, agar pengaruh yang ada tidak merusak budaya luhur yang telah ada sekarang.

Baca Juga :  Ribuan Generasi Emas Berlomba Lukis Batik

Adanya bandara akan memajukan berbagai hal termasuk kepariwisataan. Butet minta agar Pemda dan masyarakat menjaga kebersihan obyek wisata serta keasriannya. Bersih secara fisik dan dalam arti luas.

Di Kulonprogo, di sekitar Girimulya November yang akan datang akan ada festival budaya Nusantara yang akan melibatkan 19 negara. Mereka minta acara tersebut jangan dikomersilkan.

“Untuk lebih mengenalkan materi vestifal agar acara dibuat meriah, meski dengan harga murah. Murah meriah,” katanya.

Bupati Kulonprogo menggagas sekitar Kokap dan Girimulya kedepan akan dijadikan salah satu obyek wisata yang menarik.

“Secara alami disini banyak potensi wisata. Mulai dari Hargomulya, kemudian sekitar Waduk Serma dengan Kalibiru. Kemudian hanya 8km arah utara sudah ada Gua Kiskenda dengan beberapa air terjun dan Kedung Pedutnya, menjadi satu rangkaian wisata menarik,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Apatis dengan Putusan Konsinyasi

Sementara sekitar 15 km arah utara sudah masuk beberapa obyek wisata perkebunan, hingga wisata alam rafting dan wisata kerohanian Sendangsono dekat Borobudur. Didalamnya bahkan ada wisata sejarah perjuangan bangsa

Di Girimulya yang akan digelar Vestifal Nusantara tersebut kini tengah didesain pembangunan Taman Nusantara bersama Didik Ninithowok. Dengan membangun prasarana jalan ‘Bedah Menoreh’, diharapkan potensi wisata alam dan wisata budaya akan maju. Hasto sendiri dalam membangun Kulonprogo memiliki landasan sikap, “membangun dengan budaya”. (yve)