Butet dan Landung Siap Tampil di Tembi Rumah Budaya

192

KORANBERNAS.ID — Dua aktor andalan Yogyakarta, Butet Kartaredjasa dan Landung Simatupang siap tampil di Sastra Bulan Purnama, Senin (02/04/2018) mulai pukul 19:30, di Tembi Rumah Budaya Jalan Parangtritis Km 8,5 Tembi Timbulharjo Sewon Bantul. Keduanya akan membacakan puisi karya Nana Ernawati.

Koordinator Sastra Bulan Purnama, Ons Untoro, Selasa (27/03/2018) menyampaikan pada event Sastra Bulan Purnama edisi 79 kali ini pihaknya menyajikan puisi karya Nana Ernawati, seorang perempuan penyair yang sejak 1980-an sudah rajin menulis puisi.

“Tajuk dari pertunjukan ini Lagu Puisi Nana Ernawati. Selain akan dibacakan oleh dua aktor andal, puisi-puisi Nana Ernawati akan digubah menjadi lagu, oleh empat kelompok musik dari Yogya yang sudah terbiasa mengolah puisi menjadi lagu,” ujarnya.

Empat kelompok musik itu adalah Ujug-Ujug Musik, SWARAA, Sasmyrat dan Noctturne. Masing-masing grup melagukan 3 puisi karya Nana Ernawati, tetapi ada yang melagukan 6 puisi. Semua sudah pernah tampil pentas di beberapa tempat di Yogyakarta, termasuk tampil di Sastra Bulan Purnama.

“Saya merasa takjub, puisi-puisi saya bukan hanya diapersiasi tetapi juga ditafsirkan oleh kawan-kawan secara berbeda-beda. Yang lebih menggetarkan lagi, dua aktor yang saya kagumi akan membacakan puisi saya,” sambung Nana Ernawati.

Event tersebut sudah memperoleh respons. Di antaranya datang dari seorang pecinta sastra yang juga novelis dan penterjemah sekaligus arsitek, Endah Raharjo. “Waduh, dewa-dewa akan turun di Tembi,” kata dia.

Kelompok musik SWARAA yang dipimpin Rimawan Ardono atau lebih dikenal dipanggil Donas akan membawakan tiga lagu puisi Nana Ernawati berjudul Angin Yang Bertami 1, Angin Yang Bertamu 2 dan Suka Cita.

Grup Ujug-Ujug Musik akan membawakan 6 lagu puisi yaitu Aku Ingin, Berbincang Dengan Angi’, Mata Elang, Sebuah Lagu sebuah hati, Pintu-pintu langit dan Saatnya.

Sedangkan grup Nocturne siap membawakan 3 lagu puisi berjudul Usai: saat ibu seda, Kartu Pos dari sebuah kota dan Kau Berubah menjadi Abadi.

Sementara Sasmyrat membawkan 4 lagu puisi yang berjudul Aku belajar mencintai darimu, Dialog Diam, Rabbana ya rabbana, Sajak Setangkai Mawar dan Sajak Pageblug.

Menurut Ons Untoro, menafsirkan puisi tidak hanya dengan dibacakan tetapi juga bisa dilagukan atau dibuat dalam bentuk misikalisasi puisi.

Nana Ernawati. (istimewa)

“Lagu puisi dan musikalisasi puisi dua hal yang berbeda, yang pertama puisi dibuat menjadi lagu, sedang musikalisasi puisi bisa berupa membacakan puisi diiringi musik, atau keduanya dipadukan melagukan puisi dan di tengahnya ada pembacaan puisi,” jelasnya.

Pada ajang Sastra Bulan Purnama sering ditampilkan lagu puisi, namun sifatnya lebih sebagai selingan di tengah pembacaan puisi. Namun kali ini khusus menyajikan lagu puisi karya Nana Ernawati dan pembacaan puisi untuk selingan.

Penampilan Butet Kartaredjasa dan Landung Simatupang dalam Sastra Bulan Purnama edisi 79 dengan tajuk Lagu Puisi Nana Ernawati akan diletakkan di tengah dan diakhir. “Penampilan kedua aktor tersebut untuk memperkuat makna pertunjukan Lagu Puisi Nana Ernawati,” kata Ons Untoro. (sol)