Butuh Waktu Cukup Lama Pulihkan Dusun Sompok

374
Ketua DPD Ormas MKGR DIY Drs Gandung Pardiman MM menyerahkan bantuan untuk warga Dusun Sompok. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Kondisi Dusun Sompok Imogiri Bantul serta dusun-dusun di sekitarnya yang porak-poranda akibat banjir dampak dari badai, dipastikan membutuhkan waktu cukup lama agar bisa pulih. Artinya, satu dua hari saja tidaklah cukup.

Selain kerusakan pada sebagian rumah warga dan juga terjadinya pelebaran sungai di wilayah itu, masih banyak lumpur di kawasan dusun tersebut.

Akses jalan aspal menuju wilayah itu dari arah SMPN 2 Imogiri dalam kondisi licin saat dilalui kendaraan bermotor, sebab lumpur sisa banjir belum sepenuhnya  hilang. Hujan yang mengguyur juga belum mampu menyisihkan lumpur dari permukaan aspal jalanan.

“Saya tidak menduga. Ini daerah saya waktu saya kecil. Butuh waktu lama untuk memulihkan dusun ini dari dampak banjir,” ungkap Drs Gandung Pardiman MM, Ketua DPD Ormas MGKR DIY di sela-sela menyerahkan bantuan untuk warga dusun tersebut, Jumat (01/12/2017).

Sebagai warga asli Imogiri serta memiliki pengalaman sebagai anggota DPRD DIY mupun DPR RI dan pernah memimpin para kadernya menangani bencana Merapi maupun gempa bumi 27 Mei 2006, Gandung Pardiman mengakui dusun itu masih butuh banyak uluran tangan dari donatur.

“Lebih serem dari yang saya duga. Ini (sisa-sisa banjir) tidak habis satu hari dua hari. Perlu penanganan yang sungguh-sungguh. Mudah-mudahan banyak pihak yang bersedia membantu,” ungkapnya.

DPD Ormas MKGR sendiri memberikan bantuan berupa sembako, pakaian pantas pakai serta sejumlah barang-barang yang dibutuhkan warga. Bantuan tersebut diangkut dengan dua mobil dan secara simbolis diterima Hardono selaku Kepala Dusun (Dukuh) Sompok di posko setempat.

Jalan di Dusun Sompok masih tertutup lumpur. (istimewa)

Peringatan BMKG

Sementara itu Stasiun Klimatologi Yogyakarta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca di DIY berlaku 1-2 Desember 2017. Berdasarkan analisa cuaca pada 1 Desember 2017 pukul 07:00,  Siklon Tropis Dahlia dengan tekanan udara di pusatnya 993 mb dan kecepatan angin maksimum 85 km per jam berada di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Tengah, 10.1 LS, 109. 1 BT (sekitar 305 km sebelah selatan barat daya Cilacap).

Siklon Tropis Dahlia bergerak ke arah timur tenggara menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan 27 km per jam mengakibatkan belokan angin dan memicu pertumbuhan  awan hujan di DIY.

Prakiraan 24 jam (2 Desember 2017 pukul 07:00) Siklon Tropis Dahlia berada di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Tengah, 11.8 LS, 110.2 BT (sekitar 450 km sebelah selatan Cilacap) bergerak ke arah selatan tengara dengan kecepatan 9 km per jam, menjauhi wilayah Indonesia. Pada kondisi ini, tekanan udara di pusatnya 985 mb dan kecepatan angin maksimum100 km per jam.

Aliran masa udara basah dari barat menyebabkan kondisi udara di sekitar Jawa dan DIY menjadi sangat tidak stabil. Interaksi kedua fenomena tersebut berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah DIY.

BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk waspada terhadap Potensi hujan sedang – sangat lebat disertai petir yang diperkirakan terjadi di sebagian besar Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, sebagian besar Kabupaten Kulonprogo, sebagian besar Kabupaten Bantul, sebagian besar Kabupaten Gunungkidul.

Potensi peningkatan kecepatan angin terjadi di sebagian besar Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, sebagian besar Kabupaten Kulonprogo, sebagian besar Kabupaten Gunungkidul dan sebagian Kulonprogo.

Potensi gelombang tinggi di perairan Selatan DIY antara 3 hingga 6 meter. Masyarakat diimbau agar waspada potensi genangan, banjir, banjir bandang maupun longsor di kawasan yang berpotensi.

Selain itu, juga perlu waspada peningkatan kecepatan angin at atau angin kencang khususnya pada siang hingga menjelang malam hari. Waspada kilat dan petir dan disarankan tidak berlindung di bawah pohon serta waspada terhadap kondisi jalanan licin.

Masyarakat yang beraktivitas di perairan atau laut diimbau agar menunda aktivitas penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda. (sol)