Buya Minta Kasus Pembakaran Sarana Ibadah Agar Diusut

151
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif melihat kondisi gasebo yang dibakar di kompleks Mushola Fahturrahman Milik PCM Banguntapan Selatan, di Desa Jambidan, Rabu (14/03/2018) pagi. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kasus pembakaran gasebo dan juga sarana ibadah berupa karpet, sajadah dan sarung di Mushola Fahturrahmman Dusun Kepanjen RT 03, Desa Jambidan, Banguntapan pada Minggu (11/03/3018) malam dan Senin
(12/03/2018) pagi menjadi keprihatinan banyak pihak.

Semuanya berharap kasus teror dan pembakaran sarana ibadah bisa diusut tuntas oleh aparat berwenang. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak terpancing emosi dan mempercayakan penyelesaikan serta pengungkapan kasus ini kepada aparat berwenang.

Demikian disampaikan tokoh yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Safii Maarif saat mengunjungi lokasi kejadian, Rabu (14/03/2018) pagi dengan didampingi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DIY KH Abdul Muhaimin. Tampak menerima kunjungan adalah para pengurus PCM Banguntapan Selatan serta Kapolsek Banguntapan Kompol, Suhadi SH MH.

Buya dalam kunjungan selain melihat gasebo yang terbakar juga melihat kondisi lokasi secara berkeliling, karena memang mushola itu satu kompleks dengan kantor PCM Banguntapan selatan, PAC Aisyiyah serta TPA.

“Kejadian ini sudah tiga hari yang lalu, dan jaringan belum diketahui. Semoga polisi segera bisa mengungkapnya. Kalau motif kita belum tahu, karena DIY tahun ini juga tidak ada Pilkada,” kata Buya.

Baca Juga :  Veteran Napak Tilas Kamar 291 Grand Inna Malioboro

Dirinya berharap aparat ke depannya bisa menangkap pelaku dalam kondisi hidup agar bisa digali motif dari pembakaran itu.

“Saya juga berharap media jangan berspekulasi dalam menentukan motif masalah ini. Saya berharap media ikut menjaga situasi agar tetap sejuk agar energi kita tidak terkuras dalam situasi panas,” ujarnya.

Kejadian ini, lanjut Buya merupakan teror karena telah membuat kegaduhan, ketakutan, dan kepanikan agar masyarakat saling curiga.

“Bangsa kita merupakan bangsa yang beragam, keberlangsungan bangsa ini tergantung sejauh mana kita menjaga kerukunan antar umat beragama,” tandasnya.

Sementara itu pengurus PCM Banguntapan Selatan, Rustam Fatoni SPd mengatakan pasca pembakaran kegiatan di mushola tersebut kembali berjalan normal. Baik kegiatan ibadah ataupun TPA bagi anak-anak.

“Semua berjalan normal tidak terganggu kendati tempat ini masih ada police line untuk titik kebakaran,” katanya.

Berikan Dukungan

Forum Komunikasi Ormas dan Relawan DIY mendatangi Mapolres Bantul untuk memberikan dukungan kepada aparat mengusut kasus pembakaran sarana ibadah di Banguntapan, Rabu (14/03/2018) sore. (istimewa)

Sementara itu dukungan kepada TNI dan Polri untuk mengungkap kasus teror terhadap tempat ibadah dan tokoh agama mengalir dari Forum Komunikasi Ormas dan Relawan DIY. Ratusan perwakilan Ormas dan relawan mendatangi Mapolres Bantul sembari membawa spanduk dukungan, Rabu (14/03/2018) sore.

Baca Juga :  Asian Games Momentum Istimewa

Mereka diterima oleh Wakapolres Bantul Kompol Mariska Fendi SIK, Kasdim 0729/Bantul, Mayor (Inf) Suwarno serta Assek II Pemkab Bantul, Helmi Jamharis, unsur Kejaksaan dan PN Bantul. Di antaranya ormas yang datang memberikan dukungan adalah FKPPI, Pemuda Pancasila, Brigade Bintang 9, Paksikaton, IKKJ, relawan PMI dan banyak lainnya.

Menanggapi dukungan tersebut, Wakapolres mengatakan pihak kepolisian mengucapkan terima kasih atas dukungan dari ormas dan relawan dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Aspirasi rekan-rekan kami tampung, InsyaAllah setiap kejadian disini jika butuh bantuan akan kami libatkan rekan-rekan. Jika butuh partisipasi, akan kami sounding, yang jelas terima kasih atas dukunganya. Kami sinergi untuk mengungkap kasus ini baik dari TNI, Kejaksaan maupun PN Bantul,” tandas Wakapolres.

Usai memberikan dukungan, massa kemudian berdoa bersama dan meninggalkan lokasi dengan tertib. (yve)