Cabai Jenis Ini Lebih Pedas

162
Bupati Temanggung HM Bambang Sukarno memanen cabai. (endri yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Bupati Temanggung HM Bambang Sukarno melakukan panen perdana cabai rawit ramah lingkungan di Desa Campursari Kecamatan Ngadirejo, Selasa (29/08/2017).

Cabai jenis ini dikembangkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPPT) Jawa Tengah.

Bambang Sukarno menyambut positif budidaya cabai rawit ramah lingkungan di Desa Campursari Ngadirejo. Para petani perlu mengembangkannya agar kesejahteraannya meningkat dan lingkungan tetap terjaga tidak terpolusi bahan-bahan kimia.

Kepala BPTP Jawa Tengah, Herwanto, mengatakan cabai merupakan salah satu komoditas terpilih Kementerian Pertanian. Pengembangan cabai di suatu kawasan dimulai dengan gelar teknologi tepat guna di masyarakat, dengan harapan petani bisa melaksanakannya sendiri dan hasilnya bagus.

Baca Juga :  Ada Klub Sepeda Tua di Purworejo

“Petani kami ajari dan kami dampingi. Teknologi yang diterapkan ada lima komponen, pertama varietas prima agrohort, kedua metode persemaian seedling-soil block, penggunaan agensia hayati, pestisida nabati yang berbahan alam dan perangkap serangga,” paparnya.

Tanaman cabai prima agrohort tingginya sampai 1,5 meter lebih, sedangkan tanaman cabai biasa sangat kecil. Artinya, dari aspek produksi hasilnya lebih banyak dan rasanya lebih pedas.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Temanggung, Masrik Amin Yuhdi, mengatakan Temanggung merupakan salah satu sentra penghasil cabai.

Pengembangan varietas prima agrohort akan terus  dilakukan  karena  selain ramah lingkungan juga memberikan peluang  produksi yang banyak untuk meningkatkan kesejahteraan petani.(edy)

Baca Juga :  Setelah Pensiun Perusahaan Tak Lagi Peduli