Calon Dokter Juara Kulonprogo Idol

328
Pemenang Kulonprogo Idol. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Enggar Bagus Wibisana, warga Sentolo Kulonprogo keluar sebagai juara pertama lomba Kulonprogo Idol yang digelar Dinas Kebudayaan Kulonprogo Sabtu (07/10/2017) malam di arena Manunggal Fair Kulonprogo. Dia berhasil mengumpulkan nilai terbanyak dibanding lima rekan rivalnya. Sebelumnya dia juga keluar sebagai enam besar dari 23 peserta di babak penyisihan

Ada tiga sesi dalam penilaian lomba tersebut. Pertama peserta harus menampilkan bakat yang dia miliki, bentuknya bebas. Kedua keluwesan mengenakan busana jawa. Ketiga diuji pemahamannya tentang budaya jawa, oleh tiga penelis.

Tiga panelis ini terdiri dari Kepala Dinas Kebudayaan Untung Waluya, Kepala Dinas Pariwisata Krissutanta dan Kepala Dinas Kominfo Agus Santosa

Tampil paling awal Enggar Bagus Wibisana membawakan tari klasik ‘klono alus’. Disini dia memang menampilkan tarian klasik yang indah dan halus dan manis setiap gerakannya.

Demikian juga ketika mengenakan busana jawa, disamping kain jarit baju hingga iketnya serasi, gerakan langkahnya juga halus dan sangat sopan.

Baca Juga :  Pesonna Tugu Yogyakarta Rayakan HUT Pertama

Calon dokter yang masih kuliah di UMY ini saat menjawab pertanyaan dari penelis cukup lancar, dan nyambung.

Umi Sabrina siswa SMAN I Wates yang tinggal di Karangsari Pengasih, menggondol predikat juara II. Sesi pertama dia juga membawakan sebuah tarian. ‘tari penyambutan’ yang ramah dan semanak. Tampilannya disesi pakaian kejawen dan menjawab pertanyaan panelis cukup baik.

Sedangkan juara ketiga diraih Abdul Azis dari Banjarum Kalibawang. Dia tampil nembang macapat. Meski ditembang pertama asmorodono sempat pales akibat agak grogi, namun tembang kedua dengan tembang durma, dibawakannya dengan bagus.

Azis ketika membawakan berbusana jawa, nampak berwibawa. Meski baju surjannya sedikit kurang serasi dengan warna jarit dan iket, namun karena dibawakan langkah dan sikapnya yang tegak, dia nampak laki banget dan kekinian. Seakan dia sudah terbiasa mengenakan busana jawa surjan tersebut.

Baca Juga :  Sleman Tuan Rumah Piala Soeratin 2017

Dalam menjawab pertanyaan panelis Azis juga menggunakan bahasa jawa, ini tidak dilakukan semua finalis. Dan jawabannya tidak panjang namun mengena.

Finalis lainnya Priska Winda WL, Bambang Jatiasmoro dan Natanila Oci, sebenarnya juga tampil cukup bagus. Namun nilainya agaknya memang secara akumulasi dari tiga yuri yang ada, dibawah tiga orang lainnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo Untung Waluya menyatakan, Kulonprogo Idol ini memang fokus dibidang kebudayaan Jawa.

“Kita prihatin anak anak muda kita banyak yang belum paham tentang budaya jawa. Kalau dibiarkan maka lama kelamaan budaya jawa hanya akan tinggal dibuku buku saja,” ujarnya.

Dengan Kulonprogo Idol diharap dapat mendorong anak anak muda kembali menyukai dan menghayati budaya jawa. Budaya jawa dalam arti yang luas dan menyangkut segi kehidupan manusia dan lingkungan.(yve)