Calon Kades Berjanji Tak Ngamuk Jika Kalah

289

KORAN BERNAS, KLATEN – Sebanyak 133 calon kepala desa (kades) yang akan maju dalam ajang pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada 26 Juli 2017 sepakat dan berikrar melaksanakan pilkades dengan damai. Seluruh calon kades juga sepakat menghormati hasil pilkades dan berjanji untuk siap menang dan kalah.

“Kami calon kepala desa siap menerima hasil pemilihan kepala desa dan menghormati siapapun yang akan terpilih. Kami siap menang dan kalah dalam pilkades,” kata seluruh cakades yang hadir dalam Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2017, Kamis (20/7) siang, di Pendopo Pemkab Klaten.

Deklarasi yang dihadiri Plt Bupati Sri Mulyani, seluruh unsur muspida, pimpinan OPD (Organisasi Pemerintah Daerah), camat, muspika, panitia pilkades, BPD dan pendamping cakades juga ditandai dengan penandatanganan berita acara deklarasi oleh empat perwakilan calon kades.

Perwakilan empat calon kades yang menandatangani naskah berita acara tersebut masing-masing Moh Maksum (calon kades Karangduren Kecamatan Kebonarum), Cosmas Widodo (Desa Karanglo Kecamatan Klaten Selatan), Drs Bambang Suryanto (Desa Bakung Kecamatan Jogonalan) dan Ning Handayani (Desa Brajan Kecamatan Prambanan).

Baca Juga :  Sinergi Banyak Pihak, Kunci Pilkada Sukses

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (Dispermasdes) Joko Purwanto dalam laporannya mengatakan dengan ditandatanganinya berita acara deklarasi damai pilkades tersebut membuktikan bahwa semua cakades sanggup mengikuti pilkades yang jujur dan damai seperti yang diatur dalam undang-undang serta menerima hasil pilkades.

Pemilihan kepala desa serentak 26 Juli mendatang berlangsung di 48 desa di 20 kecamatan dengan jumlah calon kades 133 orang. Ke-48 desa yang akan melaksanakan pilkades tersebut yakni Nanggulan, Barepan, Tlingsing dan Gombang di Kecamatan Cawas; Desa Taji dan Brajan (Kecamatan Prambanan); Desa Birit (Kecamatan Wedi); Desa Tijayan dan Taskombang (Kecamatan Manisrenggo); Desa Gondang, Ngrundul dan Karangduren (Kecamatan Kebonarum).

Selanjutnya ada Desa Sabrang Lor, Jatiputo dan Mandong (Kecamatan Trucuk); Desa Bakung, Plawikan, Prawatan, Tambak dan Dompyongan (Kecamatan Jogonalan).

Kemudian, Desa Blimbing, Gemampir dan Jiwan (Kecamatan Karangnongko); Desa Kajen, Kujon, Kurung dan Ngawonggo (Kecamatan Ceper); Desa Sobayan dan Kedungan (Kecamatan Pedan); Desa Karang Talun dan Kupang (Kecamatan Karangdowo); Desa Tanjung dan Pundungan (Kecamatan Juwiring); Desa Jelolo, Bulan dan Bolali (Kecamatan Wonosari); Desa Wangen dan Janti (Kecamatan Polanharjo); Desa Troso dan Karangan (Kecamatan Karanganom); Desa Kiringan dan Kemiri (Kecamatan Tulung); Desa Mranggen dan Socokangsi (Kecamatan Jatinom); Desa Tlogowatu dan Keputran (Kecamatan Kemalang); Desa Karanglo (Kecamatan Klaten Selatan) dan Desa Gatak (Kecamatan Ngawen).

Baca Juga :  Susah Cari Bandar di Jogja

Plt Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan pada pilkades 26 Juli mendatang ada banyak calon yang ikut namun dalam pesta demokrasi hanya akan ada satu yang keluar sebagai pemenang. Oleh karenanya dalam deklarasi damai tersebut seluruh calon harus benar-benar mengikuti proses pilkades sesuai aturan yang berlaku dan akan menerima siapapun yang nanti menang dalam pilkades.

“Acara ini dimaksudkan untuk mensinergikan tugas pokok dan fungsi masing-masing lembaga untuk terciptanya pilkades yang damai dan lancar. Kita berharap pelaksanaan pilkades berjalan aman, damai dan sukses tanpa ekses,” harap Plt Bupati. (raja)