Calon Siswa dan Warga Berebut Pelayanan di Puskesmas Tulung

205
Lulusan SMP dan MTs memadati Puskesmas Tulung Klaten, Senin (02/07/2018) untuk mengurus surat kesehatan sebagai syarat untuk mendaftar di SMK. (Massal Gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Ratusan siswa lulusan SMP/MTs memenuhi Puskesmas Tulung Klaten, Senin (02/07/2018). Mereka mengurus surat keterangan kesehatan (KIR dokter) sebagai syarat mendaftar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diinginkan.

 

Ditemui di Puskesmas Tulung, beberapa pencari surat KIR dokter itu mengaku lulusan SMP dan MTs di wilayah Kecamatan Jatinom, SMP Tulung dan ada juga lulusan MTs di wilayah Kecamatan Mojosongo Boyolali.

“Untuk daftar di SMK pak. Rencananya mau daftar di SMK 1 Tulung. Syaratnya kan harus pakai surat keterangan dokter,” kata Siti yang mengaku lulusan SMP 2 Tulung.

Karena dalam pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMK Tahun Ajaran 2018/2019, surat KIR dokter wajib, maka calon peserta didik berlomba-lomba untuk mengurus. Akibatnya, puskesmas dipenuhi para calon siswa, ataupun masyarakat umum.

Baca Juga :  Satpol PP Segel Tower Seluler Tak Berizin

Senada dikemukakan Mustaqim, lulusan MTs Jatinom. Dirinya datang ke puskesmas Tulung untuk mengurus surat KIR dokter buat mendaftar SMK.

“Di SMK wajib pakai surat keterangan dokter. Makanya saya datang pagi-pagi sekali ke puskesmas agar cepat dapat surat dokter,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Tulung Drg Harintoko yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan pelayanan surat KIR dokter untuk lulusan SMP tetap dilayani seperti warga lainnya sesuai nomor urut.

“Prinsipnya sesuai jam kerja. Habis apel langsung pelayanan,” ujarnya.

Di SMK 1 Klaten tes kesehatan (KIR dokter) dilaksanakan di sekolah sejak 29 Juni hingga 6 Juli. Pihak sekolah memfasilitasi petugas puskesmas untuk datang ke sekolah melakukan pemeriksaan kesehatan calon peserta didik baru.

Baca Juga :  Gara-gara Selokan di Depan Kantor Desa Bonyokan, Banjir Landa Jatinom

“Sebenarnya sudah saya sampaikan imbauan kepada kepala sekolah lain agar pemeriksaan kesehatan di sekolah masing-masing, tetapi kelihatannya ada yang tidak melaksanakan dan menyuruh calon peserta didik untuk mencari sendiri. Tetapi itu juga tidak apa-apa. Cuma nanti kalau calon peserta didik yang mencari sendiri otomatis puskesmas membludak karena melayani warga juga,” jelas Budi Sasangka yang juga Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMK Kabupaten Klaten. (SM)