Camat dan Danramil “Ngoyak” Tikus

338
Camat Sedayu, Drs Fauzan Muarifin, Danramil 02/Sedayu, Kapten (Inf) Kusmin dan petani berburu tikus di bulak Panggang, Desa Argomulyo, Minggu (22/10/2017). (istimewa)

KORAN BERNAS.ID–Wilayah Argomulyo yang  dilintasi rel kereta api cukup panjang menjadi salah satu “surga” bagi tikus untuk bersarang. Sudah sejak lama petani di wilayah tersebut direpotan oleh ulah hewan pengerat itu, bahkan tidak jarang berakibat kepada gagalnya panen padi.

Berbagai upaya pemberantasan tikus dilakukan dari waktu ke  waktu. Termasuk metode buru tikus, atau gropyokan yang diikuti langsung Camat Sedayu Drs Fauzan Mu’arifin , Danramil 02/Sedayu Kapten (Inf) Kusmin dan petani dari Klomtan Kembangrejo dusun setempat, Minggu (22/10/2017).

Tanpa canggung Camat dan Danramil berjibaku menangkap tikus dengan beragam trik. Mulai “nyogrok” liang tikus pakai kayu, menyemprot  tempat persembunyian tikus dengan pompa air. Akibatnya karena kebanjiran, tikus berlarian keluar dan petani sudah menyiapkan alat gebug untuk mengejar dan membunuh hewan tersebut.

Ada juga upaya dengan mencangkul lobang persembunyian oleh beberapa orang, sementara beberapa lainnya memasang jaring di belakang pencangkul. Begitu tikus keluar langsung ditangkap menggunakan jaring tersebut.

Suasana berlangsung gayeng, ger-geran dan penuh semangat. Termasuk Camat Fauzan dan Danramil yang ikut larut dalam perburuan hari ini dan berlarian di pematang dan persawahan. Hasilnya lebih dari 100 ekor tikus berhasil ditangkap untuk kemudian dikubur pada tempat yang telah ditentukan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi populasi tikus di wilayah ini. Keberadaan tikus menjadi momok petani termasuk penggarap, karena hasil panen anjlok,”katanya.

Ke depan, menurut Camat Fauzan, akan diusahakan alat penangkap tikus yaitu Trap Barrier Siytem (TBS) agar populasi tikus semakin berkurang. Termasuk juga adanya predator alami seperti pengembangan burung hantu dan juga pelepasan ular.

Sedangkan Danramil mengatakan tentara dilibatkan dalam kegiatan tersebut  dalam rangka mendukung swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional sebagai program Mabes TNI AD.

“Kami ada Babinsa yang ikut mendampingi petani bersama pihak-pihak terkait tentunya,”katanya. Bahkan di kalangan TNI AD ada program Upaya Khusus (Upsus)  dalam sektor pertanian. (SM)