Camat Danang Tidak Suka Hanya di Belakang Meja

303
Camat Sewon Drs Danang Erwanto MSi dan istri. (istimewa)

KORANBERNAS.IS – Pemimpin wilayah harus mengetahui seluk beluk dan persoalan yang dialami warganya. Termasuk mengetahui keinginan dan aspirasi mereka. Dengan demikian kebijakan atau program  yang dibuat sesuai harapan warga.

Inilah yang dilakukan Camat Sewon Drs Danang Erwanto MSi. Dia selalu turun ke bawah ngaruhke, berdialog dan hadir di tengah warganya. Dari sanalah pria kelahiran Yogyakarta 53 tahun silam tersebut bisa mendengar langsung harapan masyarakat Sewon.

“Ketika ada  yang mengundang acara, saya selalu mengupayakan hadir. Saya ngaruhke. Sebab di sanalah saya bisa berdialog langsung apa keinginan dan harapan masyarakat terhadap Pemerintah Kecamatan Sewon, termasuk saya sebagai camatnya,” kata suami Ny Khotijah, seorang pegawai Kecamatan Sanden itu.

Dia menyadari, apabila hanya berada di belakang meja maka akan kurang maksimal melihat kondisi lapangan  dengan segala seluk beluknya.

“Ketika kita di lapangan, maka penanganan masalah juga menjadi lebih cepat,” kata ayah dari Andika Perdana dan Yusuf Irwansyah itu.

Supaya bisa memaksimalkan segala pelayanan ataupun penanganan berbagai problem di Sewon, alumnus Fisipol UGM tahun 1995 itu tidak bisa sendirian.

Dirinya selalu membuka forum komunikasi dengan unsur pimpinan wilayah kecamatan ataupun pemerintah di atasnya. Pemerintah desa hingga tataran RT dan semua lapisan masyarakat selalu diajak berkomunikasi.

Pria yang pernah menjabat Camat Dlingo dan Camat Imogiri ini menyadari tidak mampu bekerja sendiri. Dukungan dari semua elemen masyarakat yang berada di empat desa yakni Panggungharjo, Timbulharjo, Bangunharjo dan Pendowoharjo sangatlah diperlukan.

Cari solusi

Sebagai daerah yang berbatasan dengan Kota Yogyakarta, wilayah Sewon dilingkari berbagai persoalan yang butuh kerja sama dengan stakeholder terkait untuk mencarikan solusinya, misalnya persoalan sampah, kemiskinan, narkoba, kriminalitas hingga persoalan keamanan.

“Berbagai persoalan tadi seminggu sekali kita bawa ke rapat Muspika plus pihak terkait yang diperlukan. Dengan demikian segala permasalahan yang muncul bersama-sama kita carikan pemecahannya. Untuk itulah  saya mengedepankan komunikasi wilayah,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kabag Pemdes itu.

Hal lain yang juga memperoleh perhatian Camat Danang adalah permukiman. Mengingat wilayahnya padat, tidak jarang orang tidak memiliki hunian bagi keluarganya. Untuk membeli mahal sedangkan kontrak atau kos juga mengalami keterbatasan dana.

“Di wilayah Sewon tepatnya di  Desa Panggungharjo ada rumah sewa yang dibangun di tanah kas desa dengan biaya sewa amat sangat terbatas, diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,” kata camat yang sukses membawa Sewon menjadi tiga besar kinerja kecamatan terbaik tingkat Kabupaten Bantul 2017 yang diumumkan beberapa hari lalu.

Sedangkan soal sampah, pihaknya tiga bulan sekali ada gerakan serentak satu kecamatan bersih-bersih untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan  nyaman.

“Saya akan terus bergandengan dengan semua pihak dan semua lapisan masyarakat dalam  membuat dan melaksanakan program yang memberikan manfaat bagi semua. Tujuannya menjadikan Kecamatan Sewon maju dan sejahtera,” katanya. Ini sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Bantul. (sol)