Camat Dilatih Wujudkan Kota Tanpa Kumuh

40
Pelatihan bagi camat, lurah dan BKM di Hotel Savita Inn Rabu (26-27/09/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Direktoral Jenderal Cipta Karya DIY menyelenggarakan pelatihan bagi camat, lurah dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

Pelatihan yang dimaksudkan untuk mewujudkan Permukiman Tanpa Kumuh di Sleman kali ini berlangsung dua hari Rabu-Kamis  (26-27/09/2018) di Hotel Savita Inn Jalan Palagan Tentara Pelajar Km 9. Peserta terdiri 225 orang.

Pelatihan tersebut  bertujuan agar semua pelaku yang terlibat dalam pengentasan Permukiman Kumuh memahami peran masing-masing serta berkolaborasi untuk menciptakan Permukiman Tanpa Kumuh.

Berdasarkan SK Bupati Sleman No. 14.31/Kep.KDH/A/2016 tentang Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan ditetapkan 45 lokasi yang berada di enam Kecamatan yaitu Depok, Mlati, Gamping, Ngemplak, Ngaglik dan Godean.

Baca Juga :  Konsumsi untuk Jamaah Haji Ditambah 40 Kali

Kepala Seksi Perumahan Formal Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Muhamad Nurrochmawardi,  mengatakan Pengentasan Permukiman Kumuh di Kabupaten Sleman sudah efektif. Sampai 2018 sudah mencapai 70 persen yakni dari total luas 162.23 ha wilayah kumuh di Sleman.

Melalui intervensi di 29 dari 45 lokasi Kawasan Permukiman Kumuh, pencapaian tersebut berdasarkan kolaborasi dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui program  Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten.

“Pengentasan Permukiman Kumuh di Sleman sudah efektif dan stakeholder penataan permukiman kumuh sudah satu bahasa, pada 2019, sejumlah 16 lokasi kumuh yang tersisa akan kita intervensi,” katanya.

Baca Juga :  Perempuan Gada Terdepan Cegah Terorisme

Nurrochmawardi mengatakan SK tentang Kawasan Permukiman Kumuh yang sudah diterapkan akan terus diperbaiki dan disempurnakan. Selain itu, akan dilakukan pula pembuatan dan penetapan Perbup untuk intervensi pencegahan di lokasi rentan kumuh.

Dia berharap para kepala desa yang sudah dikukuhkan sebagai relawan untuk lebih merapatkan barisan karena masih akan banyak diskusi dan evaluasi terkait program Pengentasan Permukiman Kumuh.

Direktoral Jenderal Cipta Karya DIY Satuan Kerja pengembangan Kawasan Permukiman, Tri Rahayu, mengimbau peserta pelatihan menularkan ilmunya kepada warga di tempatnya masing-masing, terlebih lagi terhadap warga yang tinggal di sepanjang sungai untuk tidak membuang limbah ke sungai. (sol)