Caping Gunung untuk GKR Mangkubumi

299
Sunyahni tampil membawakan lagu Caping Gunung di hadapan GKR Mangkubumi, Selasa (05/09/2017) malam. (solahudin alwi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Sejumlah seniman dan tokoh menghadiri Gelar Seni Revitalisasi Visi Kebangsaan Amanat 5 September 1945, Selasa (05/09/2017), malam di Pendapa Gamelan Jalan Gamelan Kidul 1 Panembahan Kota Yogyakarta.

Acara itu sendiri dikemas sederhana dan lebih banyak diisi hiburan musik keroncong maupun baca puisi serta geguritan. Para tamu undangan terlihat santai sambil menikmati hidangan sate kambing, rondhe, wedang jahe, bakmi godhok dan aneka menu angkringan.

Tampil antara lain budayawan Mustofa W Hasyim, dalang Ki Catur Benyek Kuncoro dan pesindhen Sunyahni. Begitu tiba giliran Sunyahni tampil, acara itu tampak meriah apalagi ketika dia mempersembahkan lagu Caping Gunung khusus untuk GKR Mangkubumi.

“Mawi bawa mboten, Gusti. Tak kudange Gusti Mangku,” kata Nyahni. Baginya, lagu itu membangkitkan ingatan mengenai kisah perjuangan orangtuanya saat perang kemerdekaan.

Baca Juga :  Tahun Anjing, Dikhawatirkan Timbul Konflik, Mengapa?

GKR Mangkubumi yang malam itu berbusana batik dan duduk semeja dengan Prof Mahfud MD, Prof Dwi Korita Karnawati serta Prof Edi Suandi Hamid, tampak tersenyum sembari mendengarkan “celotehan” Nyahni memprotes musisi keroncong yang mengiringi penampilannya.

Ra sah gemrobyos, tenangna pikirmu. Aku ra nganggo iringan ra papa,”celetuk Nyahni kemudian dengan suara meliuk-liuk menuntaskan lagu tersebut, meski kadang-kadang terganggu sound system yang tersendat-sendat.

Selama acara berlangsung, pelukis Nasirun memainkan cat dan kuas di atas kanvas dan hasilnya juga diserahkan kepada GKR Mangkubumi.

Widihasto Wasana Putra selaku ketua panitia menyatakan acara ini untuk memaknai peristiwa bersejarah Amanat 5 September 1945. Sedangkan Prof Mahfud MD menyatakan pentingnya berkaca dari masa lalu untuk kesuksesan di masa depan. (sol)

Baca Juga :  Alhamdulillah, Jamaah KBIH Ar Rahmah Kembali Utuh