Cara Ini Dongkrak Semangat Warga

57
Anggota Komisi 1 DPR RI, Dr H Sukamta didampingi anggota komisi A DPRD Bantul, Amir Syarifudin meninjau pembangunan jalan menggunakan program padat karya baik di kecamatan Dlingo ataupun Kecamatan Imogiri, Jumat (21/09/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Pada tahun anggaran 2018 melalui APBD Kabupaten Bantul, dilaksanakan  kegiatan program padat karya di 178 titik. Setiap titik dianggarkan Rp 100 juta dengan menyerap 26 orang tenaga kerja. Mereka yang bekerja mendapat upah Rp 50.000-Rp 70.00 per Hari Orang Kerja (HOK).  Sehingga total anggaran untuk proyek padat karya yang menjadi andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul senilai  Rp 1,8 miliar.

Melihat manfaatnya yang besar, pada tahun anggaran 2019 anggaran untuk kegiatan ini akan ditambah sehingga semakin banyak tenaga kerja yang terserap dan semakin banyak pembangunan yang dilaksanakan dibawah kendali Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bantul. Untuk pelaksanaanya mendapat pengawasan serta pendampingan dari Kejaksaan Negeri Bantul, Kepolisian serta Inspetorat Bantul.

“Banyak manfaat yang didapatkan dalam program padat karya ini. Diantaranya kualitas pengerjaan lebih  bagus, adanya penyerapan tenaga kerja, membantu pengentasan kemiskinan dan pembangunan lebih merata hingga ke pelosok. Masyarakat jiwa handarbeninya juga lebih besar, karena mereka dilibatkan langsung,”kata anggota komisi A DPRD Bantul, Amir Syarifudin  saat bersama anggota Komisi 1 DPR RI, Dr H Sukamta melakukan kunjungan ke lokasi proyek, Jumat (21/09/2018).

Baca Juga :  Yuanditra San, Sederhana Namun Sarat Prestasi

Lokasi yang  dicek pengerjaanya adalah Dusun Pancuran, Desa Terong, Dusun Temuwuh, Desa Temuwuh serta Dusun Pakis Desa Dlingo. Juga proyek di Desa Karangtengah, Kecamatan Imogiri.

Selain itu, lanjut politikus PKS tersebut adanya program padat karya tersebut mampu meningkatkan kualitas jalan  lingkungan sehingga mendorong dan mendongkrak perekonomian warga setempat. Termasuk mendukung sektor pertanian,sektor pariwisata, sektor  perdagangan, kerajinan kayu dan juga sektor lainnya.

“Untuk itu bagi masyarakat yang ingin mendapat program padat karya ini silahkan mengajukan proposal ke Disnaker Bantul. Nanti akan dilakukan  survey  oleh petugas untuk  kelayaknya. Termasuk yang diajukan ini tidak boleh dobel dengan program pendanaan lain misal Dana Desa (DD) ataupun Alokasi Dana Desa (ADD) maupun penganggaran lain,”katanya.

Sementara itu Dr H  Sukamta mengaku kagum dengan semangat warga yang terlihat sangat atusias  dalam program  padat karya tersebut.

“Semangat dan kebersamaan merupakan  modal bagi suksesnya pembangunan termasuk program padat karya. Ini luar biasa, dan saya lihat  pembangunan di Dlingo dan Imogiri sangat pesat,” kata H Sukamta. Untuk itulah dirinya sangat mendukung jika program tersebut tetap dilanjutkan karena banyaknya manfaat yang diterima masyarakat.

Baca Juga :  Runaway Terpanjang Hadir di JFR 2018

“Saya lihat jalan-jalan sampai pelosok Dlingo maupun Imogiri sudah bagus.  Mengagumkan,”katanya sumringah.

Sedangkan Dukuh Pancuran Sudiadi mengaku program padat karya tersebut sangat bermanfaat dan disambut antusias warga. Jalan yang saat ini di bangun dengan cor blok ini awalnya sempit dan susah dilalui  karena pating gronjal karena rusak. Sekarang diperlebar dan akan lebin nyaman dilalui,”atanya.

Tentu saja jalan yang bagus akan membawa kebahagiaan bagi warga di RT 08 sebanyak 26 Kepala Keluarga (KK) yang selalu menggunakan jalan tersebut menuju ke jalan besar. Selain juga banyak warga yang melintasi jalan itu ketika hendak  ke lahan pertanian maupun kebun milik mereka.

“Jadi  setiap hari ada ratusan orang yang menggunakan jalan ini,”Kata Sudiadi yang dibenarkan Lurah terong Welasiman.

Untuk porgram padat karya tersebut dimulai 10 September dan target selesai 4 Oktober. Untuk tenaga kerja upah yang diterima tukang Rp 60.000/HOK, kepala proyek Rp 70.000 dan pekerja Rp 50.000.

Sedangkan Sumadi pelaksana lapangan Disnaker Bantul mengatakan dengan adanya program padat karya banyak keuntungan. Selain rasa handarbeni yang besar hasil pekerjaan juga lebih maksimal. (yve)