Cara Sleman Akhiri Kekerasan Anak dan Perempuan

165
Sosialisasi Three Ends melalui senam yang dilaksanakan Dinas P3AP2KB Sleman, Jumat (09/02/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Sebagai upaya menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman melakukan sosialisasi Three Ends.

“Three Ends meliputi akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia dan akhiri kesenjangan ekonomi bagi perempuan serta akhiri ketertinggalan perempuan dalam politik,” ungkap dr Mafilindati Nuraini M Kes,  Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, pada acara Sosialisasi Three Ends di Aula Dinas P3P2KB, Jumat (09/02/2018).

Di hadapan para camat dan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, dia mengatakan sosialisasi dilakukan mengingat tingginya jumlah korban kekerasan terhadap perempuan dan anak tahun 2017.

Tercatat ada 471 kasus dengan rincian anak 175 kasus dan dewasa 296 kasus. Berdasarkan lokasi kejadian, terdapat 279 kasus KDRT sedangkan non-KDRT 192 kasus.

Kecamatan terbanyak kasus meliputi kecamatan Ngaglik 58 kasus, Kecamatan Tempel 54 kasus, Kecamatan Depok 44 kasus, Kecamatan Godean 42 kasus dan Kecamatan Mlati 39 kasus.

Menurut Linda, sosialisasi dimulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga sekolah-sekolah maupun melalui berbagai media seperti leaflet, booklet, baliho serta multimedia. Program sosialisasi ditambah lagi melalui lomba senam three ends, diikuti peserta dari perwakilan 17 kecamatan.

Dinas P3AP2KB Sleman juga sudah punya Puspaga atau Pusat Pembelajaran Keluarga yang diberi nama Kesengsem, Keluarga Sejahtera yang Sembada.

Puspaga memiliki tenaga dua orang psikolog. Mereka siaga pada jam kerja di Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman Jalan Roro Jonggrang No 4 Beran Tridadi Sleman telepon 0274- 868457.

Puspaga bertugas memberikan bimbingan dan konseling bagi keluarga, anak, ibu-ibu muda yang bermasalah dengan anak-anaknya, sebagai upaya preventif agar tidak terjadi kekerasan sekaligus membentuk keluarga bahagia dan sejahtera.

Apabila terjadi kasus kekerasan terhadap perempuan,  difungsikan jejaring kader PKDRT di tingkat kecamatan didukung lintassekor seperti Foras, Puskesmas, Babinkamtibmas, UPT Yandik Kecamatan, KUA.

Di tingkat kecamatan dilakukan mediasi namun bila mediasi gagal dilanjutkan ke UPT P2TP2 (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) di Paten Tridadi Sleman telepon 0274-865579.

UPT juga menjalin kerja sama lintas sektor dengan Polres, Kementerian Agama, Forum Anak, LSM dan instansi terkait.

Keberhasilan menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak juga perlu didukung peran aktif masyarakat. (sol)