Catat, Kopi Menoreh Bakal Jadi Ikon Baru Kulonprogo

211

KORANBERNAS.ID — Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo berkeinginan kabupaten itu memiliki produk yang dapat disejajarkan dengan produk internasional. Salah satunya kopi dari perbukitan Menoreh.

Berbagai upaya dilakukan pemkab untuk mengembangkan produk komoditi kopi Menoreh di Kulonprogo. Salah satunya melalui filtrasi kopi.

“Setahun ini kami akan mencoba filtrasi kopi Kulonprogo ini supaya sesuai standar,” ujar Hasto disela peresmian Pusat Pengolahan Teh Menoreh oleh Gubernur DIY Hamengku Buwana X di Samigaluh, Kamis (12/10/2017).

Dicontohkan Hasto, Kulonprogo punya potensik kopi Suroloyo. Namun diakui rasanya belum mampu memenuhi standar rasa yang disukai para penggemar kopi.

“Bisa jadi, kopi ini rasanya tidak kalah dengan Starbucks. Tapi kami tidak ngotot dan sadar diri akan rasanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Gampang Kembangkan Agrowisata Buah

Selain kopi, masyarakat Kuloprogo memiliki beberapa produk komoditas unggul. Produk tersebut antara lain teh, kakao, beras dan kelapa.

Untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan usaha mikro pengolahan pangannya, Pemkab menggencarkan kampanye ‘Bela Beli Kulonprogo’. Olahan pangan yang bisa didapatkan dipasaran saat ini antara lain Kopi Suroloyo, Teh Celup Menoreh, Kecap Benguk, Tepung Mokaf, Beras Menur, dan lainnya.

Hasto memiliki impian, dengan adanya bandara internasional, Kulonprogo perlu memiliki sesuatu yang berstandar internasional. Salah satu yang digadang oleh Hasto yaitu produk kopi menoreh tersebut. Dengan begitu, citra kopi Suroloyo bisa lebih terangkat dalam segmen lebih luas.

“Semoga sebelum bandara beroperasi, sudah ada kopi yang terstandarisasi dari Kulonprogo. Kita punya bandara, seharusnya produk kita bisa bersaing,” kata Hasto.(yve)

Baca Juga :  Camat Dilatih Wujudkan Kota Tanpa Kumuh