Catat, Purbalingga Bakal Punya BRT

836

KORANBERNAS.ID–Ini kabar gembira bagi warga Purbalingga dan sekitarnya, terkait sarana transportasi yang semakin mudah. Jelasnya, moda transportasi berupa Bus Rapid Transit (BRT) diharapkan mulai berseliweran di Kabupaten Purbalingga pada pertengahan tahun 2018 ini.

BRT ini akan menghubungkan Kabupaten Purbalingga dengan Purwokerto. Untuk tahap awal, direncanakan akan diterjunkan 14 unit BRT berupa bus tiga perempat dengan dua pintu.

BRT adalah sistem transportasi umum yang menggunakan bus untuk menyediakan layanan yang lebih cepat, nyaman, aman , tepat waktu dan terjadwal. BRT merupakan sebuah sistem transportasi pada jalur khusus yang diperuntukan bagi bus, sehingga efisiensi dan kualitasnya lebih baik dibandingkan pelayanan bus yang lain.

“Kami sudah membuat kesepakatan dengan Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas dan Dinhub Provinsi Jateng untuk menentukan trakyek dan titik-titik halte tempat pemberhentian bus tersebut. Di Purbalingga rencananya ada sepuluh halte,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Purbalingga, Imam Wahyudi ketika dihubungi di Purbalingga, Senin (29/01/2018).

Baca Juga :  Empat Perwira Polres Ini Dimutasi

Imam Wahyudi menjelaskan, pihaknya kini tengah menyiapkan infrastruktur menghadapi hadirnya BRT.

“Membangun halte BRT tidak sulit kok, tinggal meletakkan saja, itu kan portabel semacam halte busway atau Tans Jakarta,” katanya.

Adapun titik halte yaitu di mulai dari Terminal Bukateja, Kedung Menjangan, Jalan S Parman, Jalan Letkol Isdiman, Jalan Komisari Noto Sumarsono, Taman Kota Usman Janatin, Jalan Ahmad Yani, Jalan Mayjen Sungkono, Terminal Purbalingga dan Subterminal Jompo.

Hidupkan Subterminal Jompo

BRT, lanjut Imam Wahyudi, kelak masuk ke Subterminal Jompo untuk menghidupkan terminal kecil itu,yang sudah lama mati. “Dari sini lalu ke Sokaraja dan berakhir di Purwokerto,” katanya.

Untuk pembangunan halte, Imam Wahyudi mengatakan, nanti dari Provinsi akan memberikan sembilan halte dan Pemkab menyediakan satu halte. Sedangkan bus yang akan beroperasi, awalnya direncanakan akan diterjunkan 14 unit berupa bus tiga perempat dengan dua pintu.

Baca Juga :  Jogja Miliki Banyak Sesar Gempa, Tak Perlu Khawatir

Saat disinggung apakah moda transportasi baru ini akan mengganggu moda transportasi lain yang sudah ada seperti angkot dan mikrobus, Imam mengaku tidak ada permasalahan. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan para awak angkutan di Kabupaten Purbalingga terkait rencana keberadaan BRT tersebut.

“Jalur trayeknya beda. Segmen penumpangnya juga beda. Misalnya, angkot atau mikrobus, bisa turun sembarang tempat, sedangkan BRT tidak. Jadi BRT tidak akan mengganggu yang lain,” ujarnya. (yve)