Cegah Ledakan Dengan Keluarga Berencana

280
Seminar Refleksi Kependudukan Akhir Tahun 2017 digelar untuk mengevaluasi implementasi program pembangunan kependudukan di DIY. (Rosihan Anwar/KoranBernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dalam acara seminar Refleksi Akhir Tahun Kependudukan DIY tahun 2017, Widyaiswara Ahli Utama BKKBN RI, dr Abidinsyah Siregar menyebutkan pemerintah terus berupaya mengajak agar seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah dan juga pemangku kepentingan terkait untuk kembali menggalakkan program Keluarga Berencana (KB) secara berkesinambungan. Program tersebut sebenarnya terbukti efektif menekan laju pertumbuhan penduduk.

Abidinsyah menerangkan salah satu problem utama pembangunan kependudukan di Indonesia saat ini adalah laju pertumbuhan penduduk yang terbilang tinggi. Jumlah penduduk yang terus meningkat pesat dalam dekade terakhir ini membuat pemerintah harus berupaya keras untuk menyediakan kebutuhan dasar bagi rakyat Indonesia khususnya kebutuhan pangan, sandang dan perumahan.
“Penduduk Indonesia itu bertambah rata-rata hampir lima juta per tahunnya. Sementara ketersediaan pangan relatif tidak mampu mengejar kebutuhan itu. Itulah sebabnya kita selalu tergantung impor,” ungkapnya, Selasa (5/12) siang, kepada sejumlah media saat seminar berlangsung di Rich Sahid Hotel.

Ia menyontohkan, berapa juta ton beras yang harus diimpor pemerintah untuk menyukupi kebutuhan pangan. Oleh sebab itu, masyarakat diajak untuk menggalakkan program KB seperti di zaman era Orde Baru.

“Karena itu, kita harus mengajak kembali rakyat agar menghidupkan kembali program KB, yaitu dua anak cukup. Kenapa dua anak? Karena rakyat diajak berpikir anak pertama seharusnya di umur berapa, kemudian anak kedua jaraknya berapa tahun. Dengan berpikir dan berpikir seperti itu berarti ada perencanaan,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Sekda DIY Sulistyo mengatakan, pemerintah pusat dan daerah harus berupaya lebih keras agar program kependudukan seperti program Keluarga Berencana dapat terimplementasi dengan baik. Karena program kependudukan yang dijalankan akan berpengaruh pada program pembangunan lainnya.

“Pembanguan kependudukan seperti program KB adalah program pembangunan hulu yang berpengaruh pada program pembangunan lain yang ada di hilir. Agar kesemuanya berjalan sukses, pembangunan harus didasari pada data-data kependudukan yang akurat, seperti berapa jumlah penduduk, pangan yang harus disediakan, dan lainnya,” kata Wagub seperti dibacakan Sulistyo.

Wagub pun menggariskan bahwa kegagalan program pembangunan di sektor kependudukan dapat mempengaruhi program pembangunan lainnya. DIY sejatinya merupakan provinsi terbaik di Indonesia terkait dengan pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana. Namun pada seminar refleksi akhir tahun yang digelar di Hotel Rich Sahid Yogyakarta, seluruh pemangku kepentingan diminta untuk terus menggalakkan program Keluarga Berencana agar program pembangunan yang dirancang dapat disesuaikan dengan laju pertumbuhan penduduk yang ideal. (ros)

Baca Juga :  Kekuatan Pikiran Munculkan Aura Kecantikan