Cincin Perak Sang Menteri Berkilau Kembali

369
Menperin Airlangga Hartarto mengamati proses pembuatan kerajinan perak di HS Silver Kotagede, Kamis (29/03/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mencopot cincin perak yang melingkar di jarinya kemudian menyerahkannya kepada seorang perajin perak.

Sang menteri sepertinya penasaran begitu mendengarkan penjelasan mengenai pemakaian sabun tradisional dari buah klerak untuk memutihkan kembali perak yang agak kusam.

Begitu direndam beberapa saat dan digosok, tak berselang lama hanya dalam hitungan detik, perajin perak itu kembali menyerahkan cincin ke pemiliknya. Hasilnya, cincin tersebut berkilau kembali.

“Kalau rusak dimarahi bojo,” kelakar Airlangga Hartarto sambil menunjukkan cincinnya yang terlihat seperti memantulkan cahaya.

Bersama rombongan, Airlangga Hartarto, Kamis (29/03/2018), melakukan kunjungan kerja ke DIY. Salah satu agendanya berkunjung ke industri perak HS Silver Jalan Mondorakan 1 Kotagede Yogyakarta.

Proses pengelasan perak memakai las berbahan bakar bensin. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Didampingi Arin Wuriyani selaku Director of Business & Development HS Silver, Airlangga Hartarto tampak serius mengamati proses pembuatan kerajinan perak di tempat tersebut, mulai dari proses patri menggunakan serbuk perak, pembuatan benang perak, pengelasan menggunakan las berbahan bakar bensin maupun proses perebusan supaya warna perak kembali memutih.

Kepada wartawan Airlangga Hartarto mengatakan, para perajin perak perlu terus difasilitasi supaya memiliki kompetensi dan pemasaran produknya lebih mudah. “Karena semua yang datang ke sini nyarinya perak nggak ada yang cari gudeg,” kelakarnya.

Ragam produk kerajinan perak Kotagede. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Menurut dia, kerajinan perak Kotagede inilah yang membedakan dengan industri yang lain, kulit misalnya. Industri perak seperti ini sebaiknya berbentuk kluster atau kelompok, sehingga dari segi bahan baku dan keterampilan pekerja berkumpul. Dengan begitu, kelangsungan industri  bisa terjaga.

“Perak merupakan salah satu kekuatan kluster. Konsep one village one product kita sudah punya tempat di Kotagede ini,” kata Airlangga Hartarto. (sol)