Corat-coret yang Menghasilkan Rupiah

542
Pamedar dan karya karikaturnya. (istimewa)

KORANBERNAS.ID —  Coret-coret bagi sebagian orang mungkin dianggap kurang bermakna bahkan lebih ekstrem lagi dicap kurang kerjaan. Tapi bagi seniman yang satu ini, Mochammad Pamedar Hardianto, justru jadi aktivitas mengasyikkan sekaligus menghasilkan rupiah.

“Ini karikatur pesanan dari karyawan PT Pertamina,” ungkap Pamedar, panggilan akrabnya, Minggu (13/08/2017), di sela-sela menyelesaikan karyanya di rumahnya kawasan  Kampung Pugeran Kota Yogyakarta.

Dua karikatur potret wajah dengan tampilan full color itu sudah rampung 90-an persen, tinggal menambahkan logo Pertamina. Logo resmi perusahaan pertambangan milik pemerintah itu kemudian dilukis menggunakan  media pensil warna maupun media lainnya. Sesekali Pamedar berganti pensil supaya menghasilkan warna yang pas.

Teknologi digital memang cukup membantu. Artinya, pemesan cukup mengirimkan foto melalui smartphone sehingga tidak perlu lagi susah-susah cetak foto terlebih dulu. Dari foto di perangkat telepon itulah kemudian Pamedar memulai membuat karikatur.

Alumni Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta yang baru saja menyelesaikan tugas akhir Jurusan Kriya Keramik Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini mengakui, melukis karikatur tantangannya berbeda dibanding membuat karya keramik, misalnya.

Pria kelahiran Sleman 29 Oktober 1990 itu merasa sreg apabila karikatur  sudah representatif dengan foto asli yang tersimpan di telepon miliknya. Menjawab pertanyaan berapa harga per karya, Pamedar yang kerap memperoleh job membuat mural di sejumlah institusi pendidikan itu hanya tersenyum mlengeh.

Pamedar sendiri cukup aktif mengikuti berbagai pameran sejak 2010. Sebut saja Pameran ulang Tahun SMSR di Galeri SMSR, Pameran Tugas Akhir di JNM (Jogja Nasional Museum),  Pameran Pekan Raya Indonesia di JCC Senayan Jakarta, Pameran IN FLUX di Jogja Galeri,  Pameran “Desember” di UPT Galeri ISI Yogyakarta, Pameran IWAK Bentara Budaya, Vacum learning maupun Surprise#6 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. (sol)