Daging Sapi Australia Lebih Empuk

188
Chef Stefu menyampaikan penjelasan di hadapan peserta Australian Beef & Lamb Challenge di Hotel Grand Aston Jalan Urip Sumoharjo No 37 Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Belum semua hotel berbintang serta restoran di Yogyakarta dan sekitar terbiasa mengolah daging sapi dan domba asal Australia. Untuk itulah, Meat and Livestock Australia bekerja sama dengan PT Indoguna Yogyakarta mengadakan Australian Beef & Lamb Challenge di Hotel Grand Aston Jalan Urip Sumoharjo No 37 Yogyakarta.

Acara yang berlangsung dua hari, Selasa dan Rabu (17-18/04/2018) ini merupakan salah satu bentuk komitmen Meat and Livestock Australia untuk mengedukasi konsumen dan profesional di bidang kuliner, khususnya mengenai kualitas daging sapi dan domba Australia.

“Daging sapi dan domba Australia memiliki kualitas prima dan memungkinkan kita mengolah masakan dengan lebih cepat. Dengan cara pemotongan dan pemasakan yang benar mampu menghasilkan rasa dan keempukan yang tidak kalah dengan prime cut,” ungkap Sankar Adityas Cahyo, Marketing Communication Manager Grand Aston Yogyakarta Hotel & Convention Center.

Bersamaan dengan acara itu digelar kompetisi memasak untuk para professional chefs dari hotel bintang dan restoran di area Yogyakarta dan sekitarnya. “Tujuan dari acara ini untuk mengedukasi para profesional di bidang kuliner tentang kualitas daging sapi Australia, dan juga meningkatkan kemampuan chefs Indonesia berkelas internasional,” kata dia.

Konferensi pers Australian Beef & Lamb Challenge di Hotel Grand Aston Yogyakarta. (istimewa)

Sebelum berlomba, para chefs mengikuti one day training dengan topik Better Understanding of Australian Beef & Lamb. Chef Stefu Santoso selaku Pressident Association of Culinary Proffesional memberikan informasi seputar daging merah Australia.

Bahasan itu mencangkup tentang produksi daging sapi dan domba di Australia, cara penanganan daging dan cara memasak. Menurut Chef Stefu, daging sapi dan domba di Australia yang diimpor ke Indonesia sudah bersertifikasi Halal.

Seluruh rangkaian proses produksinya di Australia mengikuti syariat Islam dan diawasi secara ketat oleh pemerintah dan badan-badan independen yang terakreditasi.

Australia juga diakui secara internasional sebagai negara yang bebas dari semua penyakit hewan. Untuk memastikan sistem pelacakan ternak, petani Australia menggunakan National Livestock Identification System (NLIS).

Di hari berikutnya, 10 chef berkompetisi menciptakan menu Beef Carving dari potongan non-loin cut Australian Beef. Melalui kompetisi ini, Meat and Livestock Australia ingin mengedukasi para peserta tentang banyaknya jenis potongan yang dapat digunakan dari produk daging sapi Australia seperti bagian Rump yaitu non-loin cut.

Stefu Santoso mengatakan, non-loin cut Australian Beef terkenal dan harganya lebih ekonomis dibanding loin cut. Dia berharap ke depan chefs tidak hanya terpaku pada potongan sirloin dan tenderloin saja, tapi juga bisa menggunakan potongan non-loin yang tidak kalah rasanya dan lebih cost effective.

Adapun hotel dan restoran yang berpartisipasi dalam program tersebut adalah Alila Solo, Raintree Boutique Villa & Gallery, Spiegel Bar & Bistro, Royal Ambarrukmo, D’padukan Resto, The Alana Hotel Solo, Artotel Yogyakarta, Grand Dafam Rohan, Grand Mercure Yogyakarta serta Hyatt Regency Yogyakarta.

Di babak ini, masing-masing peserta diberikan waktu 60 menit untuk menciptakan satu menu dari Australian Beef Rump. Dewan juri terdiri dari Chef Stefu Santoso (President ACP), Valeska (Chief Representative MLA Indonesia) dan perwakilan dari Indoguna Yogyakarta. Pemenang mendapatkan trofi dari Meat and Livestock Australia dan hadiah uang tunai total senilai Rp 6 juta dari PT Indoguna Yogyakarta. (sol)