Dai Ini Pesan, Anak Jangan “Dicekeli” Motor

232
Pengajian dengan menghadirkan Bhabinkamtibmas Polres Bantul, Bripka Winardi di Mts Negeri 4 Bantul Kota, Minggu (08/10/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Anak-anak yang masih belum cukup umur, seperti usia SMP atau MTs hendaknya dibatasi dalam menggunakan kendaraan bermotor. Janganlah anak dengan usia belum matang tadi “dicekeli” motor oleh kedua orang tuanya karena berdampak tidak baik bagi mereka sendiri. Misalnya dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Bantul, banyak diantaranya melibatkan anak dibawah umur.

Demikian dikatakan Dai Bhabinkamtibmas Polres Bantul, Bripka Winardi saat  mengisi acara pengajian dan penyuluhan bagi orang tua/wali dan siswa Mts Negeri 4 Bantul Kota, Minggu (08/10/2017). Hadir dalam kesempatan tersebut  Kepala Sekolah MtsN 4 Bantul Makmur Amrani Mpd, guru, karyawan,orang tua/wali dan siswa yang berjumlah 700 orang.

“Anak  yang belum cukup umur, ketika mengendarai motor hal yang dikhawatirkan adalah belum matang secara emosi sehingga mudah tersulut ketika di jalanan yang tentu berbahaya bagi mereka sendiri. Juga mereka belum memiliki surat kelengkapan berkendara dan banyak yang belum terampil atau menguasai kendaraan  dengan baik,”kata Winardi yang juga Bhabinkamtibmas Desa Bantul tersebut.

Sehingga dirinya menyarankan alangkah baiknya anak yang belum cukup umur itu diantar jemput saat ke sekolah. Selain lebih aman, tentu  dengan orang tua mengantar anak akan menimbulkan kedekatan secara emosi  dan juga  bisa melakukan pengawasan secara maksimal terhadap putra/putrinya tersebut. Selain itu orang tua juga harus tahu dan paham dengan siapa anaknya bergaul, karena pergaulan di luar rumah sangat berpengaruh terhadap kepribadian seorang anak.

“Hal yang juga tidak kalah penting adalah mengenai penggunaan handphone. Saya berharap orang tua atau wali  ikut mengawasi, mengecek penggunaan HP anak-anaknya jangan sampai untuk hal yang negatif. Misal untuk menyimpan gambar atau film porno dan konten lain yang tidak pantas,”katanya.

Sementara Makmur Amrani mengatakan kegiatan pengajian dan penyuluhan tersebut dilaksanakan setiap hari  Minggu Legi dengan narasumber yang berbeda-beda.

“Saya berharap apa yang disampaikan  narasumber tadi akan memberikan manfaat bagi kita semua,”katanya.

Selain itu kegiatan pengajian bisa  dimanfaatkan juga oleh  pihak madrasah untuk memberikan pengumuman terkait kegiatan penting atau program yang akan dilaksanakan. Sehingga menjadi ruang komunikasi dari pihak sekolah kepada orang tua/wali siswa. (SM)